Catatan Oase Kehidupan #231: Masyarakat Teralienasi

0
90
Foto perahu nelayan bersandar diambil dari facebook

KLIKMU.CO

Oleh: M Isa  Anshori*

mengakhiri analisisnya tentang modernitas, Giddens membahas reaksi masyarakat terhadap ketidakpastian sebagai berikut :
Masyarakat menjadi semakin pragmatis dan menentang secara radikal sumber yang dianggap bahaya, adapun bentuk perlawanannya dengan cara melakukan gerakan sosial.

Pada dasarnya manusia mempunyai kebutuhan, dengan kebutuhan itulah setiap manusia akan membangun optimismenya. Perubahan perilaku masyarakat modern sejatinya harus mencerminkan tingkat modernitas yang dilalui, namun sayangnya ketika manusia dihadapkan pada pilihan pilihan yang ada, perilakunya cenderung mengabaikan keberadaban sebagai bagian dari sikap modern.

Freud memaparkan bahwa didalam diri manusia tersimpan apa yang disebut dengan “id “, kecenderungan ingin selalu memuaskan apa yang menjadi kebutuhannya. Pada tingkatan ini, manusia akan selalu berusaha menekan ” ego ” nya, suatu sikap yang mengandalkan rasional dalam bertindak. Tidak sekedar hanya cari pemusan, tapi juga menalarkan bagaimana melakukan pemuasan. Ego akan menuntun manusia pada kekuatan rasional dalam bertindak. Untuk menentukan apa yang dilakukan itu baik atau tidak, maka ada struktur jiwa manusia yang ketiga yang disebut dengan ” superego “, yaitu sikap meenimbang baik atau tidak dalam menjalankan sesuatu. Superego akan mengingatkan hati nurani manusia dalam mengambil sebuah sikap.

Masyarakat modern ditandai dengan tuntutan yang semakin tinggi dan semakin dirasa sempit waktu yang dimiliki. Sehingga lahirlah sebuah kompetisi. Nah dalam berkompetisi itulah manusia cenderung melakukan alienasi terhadap hati nuraninya. Kepuasan menjadi tujuan dan dicarikan jalan pembenar bagi rasional yang menuntut kearah pemuasan.

Apa yang kita rasakan saat ini, sejatinya menjadi gambaran bahwa kita banyak dikelilingi oleh id dan ego. Manusia cenderung saling Mengeksploitasi, tak ada belas kasih yang ada adalah saling mengintervensi demi kepuasan sendiri.

Masyarakat sepertinya sudah kehilangan nalar manusia yang disirami dengan superego. Mereka berkecenderungan nelakukan sesuai dengan alat pemenuhan kepuasannya. Mereka sudah teraleniasi dari perasaan kemanusiaannya.

Manusia yang sudah kehilangan perasaan nya, akan cenderung berbuat semaunya sendiri, sehingga mereka seolah menjadi gila. Dan jangan heran, mereka yang sudah kehilangan perasaanya nya itu akan berkecenderungan menghalalkan segala cara. Bagi mereka adalah bagaimana memaksakan pemenuhan kebutuhannya terhadap orang lain.

Akhirnya saya hanya ingin menyampaikan, jangan heran kalau kita melihat banyaknya kebijakan yang dibuat tapi lemah dalam implementasi

Semoga Allah selalu menjaga kita dari sikap primitif dan tak beradab.

*Pengamat  Sosial

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here