Catatan Oase Kehidupan #235: Titik Awal Sekolah Ramah Anak Jatim

0
60
Foto segenap tenaga pendidik dan kependidikan berpose bersama diambil dari facebook

KLIKMU.CO

Oleh: M Isa Anshori*

Senin, (3/12) kemarin , setidaknya menjadi momen yang membahagiakan, betapa tidak, gagasan tentang layanan pendidikan yang ramah anak, resmi dilakukan menjadi bagian sistim pendidikan yang ada di Jawa Timur. Betapa tidak melalui persetujuan kabid dikmen SMA Jatim, Bu Etty, dimulailah penggunaan pedoman penerapan dan indikator capaian sekolah ramah anak.

Momen bersejarah hari ini ditandai dengan melakukan kegiatan visitasi saya menyebutnya sebagai ajang belajar bersama mewujudkan sekolah yang ramah anak. SMAN 16 Surabaya dan Sekolah Alam Insan Mulia ( SAIM ) menjadi tonggak awal memulai penerapan sekolah ramah anak menggunakan instrumen yang sudah jadi.

Cerita tentang isntrumen yang dipakai ini merupakan karya kawan kawan terbaik yang pernah menjadi mentor bagi saya. Setidaknya yang masih saya ingat adalah bapak saya yang tetap semangat, Kentar Budhojo, Kist Kistono, B Maria dari Unesa dan lain lain yang saya tidak bisa mengingat kembali satu per satu. setidaknya dari merekalah saya bisa mendapatkan informasi bagaimana memulai adanya sekolah yang ramah anak.

Perjuangan mewujudkan sekolah ramah anak dengan mempedomani instrumen yang dibuat oleh sahabat sahabat ini tidaklah kemudain dengan serta merta bisa dilaksanakan dengan sempurna. Butuh waktu lama untuk meyakinkan semua. Namun semangat dan kesabaran mengenalkan pentingnya penggunaan isntrumen pengukuran setidaknya hari terasa sekali buahnya.

SMAN 16 Surabaya adalah sekolah pertama yang menjadi pijakan awal. Bersama dengan tim yang terdiri dari saya sendiri, mbak Dian dari Pusham Ubaya, Bu Diana sebagai pengawas Dikmen SMA Jatim. Kami eksplorasi potensi dan contoh baik yang sudah dilakukan. Kami meyakini bahwa sekolah sekolah itu sudah melakukan yang terbaik, hal yang kurang menjadi perhatian adalah mereka tidak pernah mendokumentasikan pengalaman baik yang sudah dijalankan. Mereka menganggap hal hal baik itu adalah hal biasa yang sering dilakukan. Hal yang sama terjadi di SAIM Surabaya. Sebuah sekolah yang dikelola oleh swasta dengan label sekolah alam , bagi saya mereka sudah banyak hal yang dilakukan, namun lagi lagi yang menjadi kekurangan adalah mereka tak pernah mendokumentasikan, sehingga hal baiknya tidak tercatat. Lagi lagi saya harus menyayangkan betapa ” emannya ” data baik perlakuan baik yang diberikan kepada siswa maupun orang tua tidak terekam secara apik.

Nah saya hanya menyampaikan bagi orang baik dan sekolah baik seringkali melakukan perbuatan yang baik bukanlah sebuah prestasi, karena bagi mereka kebaikan itu seolah aliran darah yang mengalir tanpa harus dipikir. Namun bagi kita yang berada diluar mereka, tentu ini akan menjadi sesuatu yang baik.

Oleh karenanya, saya mengajak kepada sahabat sahabat saya yang guru maupun kepala sekolah, yuk kita selalu kabarkan kebaikan yang kita miliki.

Selamat kepada SMAN 16 Surabaya dan SAIM untuk terus berbenah melayani ummat. Semoga upaya upaya yang kita lakukan menjadi hal baik yang layak kita tauladani

Surabaya, Desember 2018

*Anggota Dewan Pendidikan Jawa Timur

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here