Catatan Oase Kehidupan #250: Tsunami

0
143
Foto musibah tsunami di pantai Carita diambil dari google

KLIKMU.CO

Oleh: M Isa Anshori*

Tsunami merupakan peristiwa alam. Tsunami merupakan salah satu macam bencana alam yang terjadi di Bumi. Dulu, tsunami terdengar asing di telinga masyarakat Indonesia sebelum bencana dahsyat terjadi di ujung barat Indonesia, Aceh. Pada tanggal 24 Desember tahun 2004, Indonesia berduka cita. Bukan hanya Indonesia saja, namun seluruh dunia berduka cita atas terjadinya bencana alam maha dahsyat, yang mematikan ratusan ribu nyawa.

Gempa bumi berkekuatan sekitar 9 skala richter (baca: alat pengukur gempa bumi) menimbulkan gelombang tsunami di pantai Aceh. Gelombang tsunami yang terbentuk sangatlah tinggi hingga belasan meter dan sukses meluluh lantakkan aceh dan daerah di sekitarnya. Bahkan tidak hanya wilayah Aceh saja, namun juga beberapa negara tetangga. Sejak saat itulah masyarakat Indonesia semakin familiar dengan yang namanya tsunami. Bahkan kata tsunami terlalu akrab hinggap di telinga sehingga menyebabkan trauma dan kesedihan mendalam.

Tsunami merupakan salah satu jenis bencana alam yang berkaitan dengan gelombang lautan. Gelombang lautan yang sangat besar dan menerjang daratan (baca: ekosistem darat) ini disebut dengan tsunami. Tsunami berasal dari bahasa Jepang, Tsu yang berarti pelabuhan dan Nami yang berarti gelombang. Secara harfiah, tsunami mempunyai arti ombak besar di pelabuhan. Lebih ilmiah lagi, yang dimaksud tsunami adalah perpindahan badan air yang disebabkan oleh perubahan permukaan laut secara vertikal yang berlangsung dengan tiba- tiba. mengapa nama bencana ini adalah tsunami yang diambil dari bahasa Jepang? Mungkin karena negara Jepang merupakan negara yang sangat rawan dengan adanya gempa, sehingga terjadinya gelombang besar yang merupakan akibat dari gempa biasa terjadi.

Nah kawan peristiwa Tsunami alam yang selama ini terjadi selalu berdampak pada jatuhnya korban dan kerusakan kerusakan. Bukankah kerusakan dan korban sosial juga sering kita hadapi? Peristiwa tsunami dalam perspektif sosial justru setiap hari kita lihat. Namun sayangnya kita lebih sering melakukan pembiaran atau bahkan kita justru menjadi bagian dari lahirnya bencana Tsunami sosial.

Melakukan instropeksi dan muhassabah diri terhadap seluruh aktifitas yang sudah dijalani dan merancang apa yang akan dijalani merupakan sebuah kebiscayaan. Bukankah dalam setiap peristiwa yang terjadi selalu berlaku hukum sebab akibat. Sehingga bisa dipastikan peristiwa yang terjadi saat ini tak bisa dipisahkan dari sebab perilaku sebelumnya. Begitu juga yang terjadi akan datang, tak bisa dilepaskan dari yang saat ini.

Sebagai manusia Indonesia yang berkeTuhanan, tentu merupakan hal yang lumrah kalau kemudian ditengah ujian bertubi bertubi bangsa ini, bencana lombok, bencana palu, jatuhnya pesawat , kebakaran hutan dan rumah, amblesnya jalan Gubeng dan lain lain yang menimbulkan banyak korban jiwa, tak bisa dilepaskan dari kelalalaian kita sebagai manusia. Begitu juga dengan peristiwa sosial yang terjadi, tak luput dari apa yang kita lakukan, terancamnya persatuan dan keaatuan, akibat kita semua tak bisa menahan diri untuk tidak mencela dan melemahkan.

Pilpres saat ini, dimana masing masing tak mampu menahan diri, keadilan yang dikoyak oleh aparat, masing masing pendukung yang tak mampu lagi melihat kebaikan lawannya, sehingga yang terjadi kehilangan kesantunan dan keadaban, ketidak jujuran yang merajalela, bukankah ini akan menjadi Tsunami sosial bagi bangsa ini. Termasuk makin masifnya penyimpangan perilaku.

Nah adanya seruan sebagai bangsa kita perlu melakukan muhassabah diri dan pertaubatan atas segala bentuk penyebab bencana sosial yang kita lakukan, maka tak perlulah kita merasa malu mengakui dan menjalankannya.

Semoga saja Allah selalu melindungi bangsa ini dari bencana bencana lanjutan dan segera menyadarkan kita semua terutama para pemimpin untuk melakukan pertaubatan nasional, berhenti dari ketidak jujuran, berhenti dari kebohongan, berhenti dari saling mengadu domba anak bangsa. Kita rindu pemimpin yang adil dan jujur Sert melindungi rakyatnya

Surabaya,  Desember 2018

*Anggota Dewan Pendidikan Jawa Timur

 

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here