Catatan Oase Kehidupan #258: Memaknai Sekolah Sebagai Lembaga Persemaian Ideologi

0
92
Foto diambil dari dede kodrat alwajir

KLIKMU.CO

Oleh: M Isa Anshori*

Pada Kamis, (27/12/2018) saya berkesempatan bertemu dengan kawan kawan guru dari sebuah madrasah yang menurut saya luar biasa. Madrasah yang saya kenal awal awal berada ditengah sawah jauh dari perkampungan, sekarang berubah menjadi madrasah dengan bangunan yang kokoh merangkak berkembang.

Seiring berkembangnya madrasah, masyarakat datang membentuk komunitas dan menjadi sebuah perkampungan. Namun seiring perkembangan yang terjadi, ada sesuatu yang mesti dipertanyakan. Nah tugas saya, pagi sampai siang itu menanyakan sesuatu itu.

Saya mulai dengan pertanyaan kepada kawan kawan guru apa yang dipahami tentang sekolah. Ada yang menjawab sebagai tempat belajar, tempat menuntut ilmu, tempat bertemunya antara murid dan guru. Dari jawaban kawan kawan guru itu, saya lanjut bertanya, kalau begitu apa bedanya sekolah kita dengan sekolah yang lain? Kalau tidak ada bedanya, untuk apa kita bikin sekolah ? Apalagi kalau sekolah kita tak mampu menjadi tempat menyemai gagasan baik pendidikan yang kita miliki.

Nah disinilah lalu saya mengajak kawan kawan guru memaknai sekolah hanya sebagai tempat belajar atau sekedar tempat menuntut ilmu, sekolah harus dimaknai sebagai tempat menyemai gagasan kita kepada calon penerus gagasan baik yang kita yakini. Disinilah sekolah mempunyai fungsi ideologis, dan inilah yang bisa menjadi sebuah pembeda antara sekolah kita dengan sekolah yang lainnya.

Dari sana kemudian saya mengajak kawan kawan guru untuk gagasan kedepan tentang sekolah , Apa yang kita harapkan dari sekolah kita kedepan? Harapan sekolah kedepan harus dipahami sebuah keinginan ideologis tentang fungsi sekolah. Setelah mereka menemukan gagasan akan seperti apa sekolah kedepan, saya lalu mengajak kepada mereka untuk menegaskan diri, akan menjadi guru seperti apa kita dalam rangka mewujudkan gagasan tentang sekolah yang kita inginkan. Harapannya dengan menyesuaikan dua harapan besar itu akan ditemukan langkah langkah strategis dan mudah, murah serta bisa dijalankan.

Saya melihat betapa seringnya kawan kawan dalam membuat konsep gagasan sekolah terlalu besar dan sulit untuk diwujudkan. Bukan karena tidak bisa, tapi lebih banyak tidak tahu harus dimulai dari mana. Karena terlalu luasnya dan sulitnya dilakukan pengukuran. Dalam rangka memudahkan bagaimana membuat visi mimpi besar sekolah kedepan, saya menampung berbagai harapan yang disampaikan. Dari berbagai harapan itulah lalu saya mengajak kawan kawan guru untuk menjahitnya menjadi sebuah rangkaian kalimat yang mencakup harapan itu semua. Setelah ditemukan rangkaiannya, saya coba sampaikan kepada mereka, inilah yang disebut dengan visi sekolah.

Lalu apa misinya? Mulailah saya mengajak mereka dengan sebuah pertanyaan, untuk sampai kepada gagasan yang sudah kita tuliskan tadi, apa yang bisa kita lakukan? Membuat jalan komitmen untuk sampai kesana. Jalan komitmen menuju kesana itulah yang saya sebut dengan misi. Selanjutnya supaya bisa dilaksanakan satu persatu agar mudah, murah dan bisa kita lakukan adalah dengan membuat kegiatan kecil kecil untuk sampai kegagasan yang sudah rumuskan tadi. Semua yang dilakukan seharusnya dapat diukur keberhasilannya.

Bagi saya dalam diskusi itu menjadi bermakna ketika para guru mempunyai kesepahaman dengan saya bahwa sekolah itu tidak hanya sebagai tempat untuk belajar tapi sekolah menjadi taman untuk menyemai ideologi yang kita yakini sebagai kebenaran dalam mencapai mimpi besar yang kita canangkan.

Tak terasa diskusi harus saya akhiri karena waktu harus berbagi dengan yang lainnya. Saya menutupnya dengan ucapan KH Maimun Zubair atau yang akrab dipanggil Mbah Moen, tokoh kharismatik NU, bahwa guru itu adalah orang yang hebat, kerjanya mendidik dan rekreasinya adalah mengajar.

Semoga kita semua yang ditakdirkan menjadi guru bisa memaknai sekolah tidak saja hanya tempat belajar, tapi yakinlah disekolahlah sejatinya kita menjadikan diri kita abadi.

Assalamualaikum wr wb..

Surabaya, Januari 2019

*Anggota Dewan Pendidikan Jawa Timur

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here