Catatan Oase Kehidupan #260: Disruption dan Blink

0
115
Foto kegiatan pengkaderan taruna melati 1 dari Ikatan Pelajar Muhammadiyah diambil dari google

KLIKMU.CO

Oleh: M Isa Anshori*

Puji syukur hari Sabtu, (5/1) saya mendapatkan dua buku yang secara tak sengaja terlihat disebuah toko buku. Tidak ada agenda hari ini untuk mengkoleksi buku baru, karena beberapa buku yang sudah tercatat belum juga bisa terbelikan, karena masih menunggu bantuan teman membelikannya secara online. Tapi karena syahwat membaca yang sudah membuncah, maka jadilah kedua buku itu berpindah dari rak buku toko ke rak buku saya.

Nah nggak tahu kenapa ketika melihat dua buah buku terselip diantara rak rak kumpulan buku psikologi dan sosial, syahwat saya tertarik untuk membacanya. Dari judulnya saya menangkap ada sesuatu yang diluar kebiasaan yang bisa kita tangkap maknanya untuk meraih kemajuan. Dugaan saya ternyata tidak meleset. Pada buku ” Blink ” tulisan Malcom Gladwell, saya mendapatkan pemahaman tentang alam bawah sadar adaptif ( adaptive unconsious ) salah satu bidang baru yang penting dalam psikologi. Alam bawah sadar ini beda dengan apa yang disampaikan oleh Freud.

Bawah sadar yang dimaknai oleh Freud ibarat sebuah tempat gelap dan suram yang penuh dengan hasrat dan memori serta fantasi yang terlalu rumit untuk dipikirkan secara sadar. Bawah sadar adaptif ini dipahami sebagai sebuah komputer raksasa yang dengan cepat dan secara diam diam mengolah banyak data yang diperlukan agar kita tetap berfungsi sebagai manusia. Kemampuan bawah sadar adaptigr ini adalah kemampuan kita menggunakan otak berbeda yang digerakkan oleh bagian berbeda dalam kepribadian anda.

Malcom memberikan sebuah contoh ketika anda berjalan dan didepan anda ada truk yang meluncur cepat ke arah anda, apa yang anda lakukan? Punyakah anda waktu untuk memikirkan pilihan? Nah Blink mengurainya bagaimana mengambil keputusan cepat dan juga tepat. Blink adalah kemampuan berpikir tanpa berpikir. Dengan kata lain Blink adalah kemampuan berpikir cepat untuk mengambil keputusan ditengah banyaknya pilihan yang ada.

Dibuku yang ke dua, Disruption yang ditulis oleh Rhenald Kasali saya mendapatkan pemahaman sementara bahwa disruption merupakan sebuah upaya pembongkaran terhadap pendekatan pendekatan lama dengan cara cara yang lebih adaptif yang sesuai dengan kebutuhan zaman. Pendekatan pendekatan dilakukan dengan cara cara baru untuk mencuri perhatian. Incumbent dalam hal apapun akan tergilas oleh keadaan kalau tak mampu melakukan pendekatan pendekatan baru dalam mempertahankan apa yang dimiliki. Disruption adalah gambaran sebuah upaya layanan yang mudah dan murah serta berkualitas dan menguntungkan pelanggan.

Rheinald memberi contoh bagaimana Nokia bisa tumbang oleh Microsoft. Taxi taxi convensional tersingkirkan oleh transportasi online berbasis aplikasi dan kemungkinan akan ada banyak jenis pekerjaan dan karya yang akan tersisihkan kalau mereka tak mampu membuat terobosan baru untuk sustain.

Ini juga berlaku dalam persoalan sosial yang ada disekitar kita, siapapun incumbent kalau tak mampu melakukan disrupsi dan melakukan inovasi inovasi baru pendekatan kepada konsumen, maka dia akan tumbang dan ditinggalkan. Jadi berhati hatilah bagi siapapun incumbent atau petahana, kalau anda tak mampu merebut hati publik anda akan ditinggalkan dan kehancuran segera akan menghampiri.

Surabaya, Januari 2019

*Anggota Dewan Pendidikan Jawa Timur

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here