Catatan Oase Kehidupan #264: Hujan

0
131
Foto anak anak bermain ditengah hujan diambil dari wisatasekolah.com

KLIKMU.CO

Oleh: M Isa Anshori*

Malam kemarin Pukul 20.00  wib, dibeberapa wilayah di Surabaya diguyur hujan cukup deras. Terasa suasana semakin sejuk. Suasana panas siang hari terhapus oleh sapuan air hujan yang menyegarkan.

Hujan seolah menjadi berkah bagi kita ketika cuaca terasa panas, hujan membuat suasana menjadi semakin sejuk dan teduh. Suasana hujan yang landai tak berlebih membuat perasaan kita menjadi nyaman tak ada kekhawatiran akan terjadinya banjir atau angin puting beliung.

Hujan haruslah dimaknai sebagai berkah dari Yang Kuasa, karena tanpa kuasanya maka takdir hujan bisa menerpa kita dengan rasa nyamannya. Nah ditengah terik panasnya suasana politik menjelang pemilihan presiden 2019, kita jumpai semakin kerasnya sebagian dari mereka mengabaikan etika dan moralitas berdemokrasi. Demokrasi yang seharusnya bergembira menjadi badai meluluh lantakkan bangunan moralitas dan persatuan.

Tak ada lagi kita jumpai kata santun dalam berbicara, kebenaran dilawan dengan gurauan dan lelucon tak bermakna. Semua kemudian menjadi penipu yang menggelapkan sejarah. Tak ada rasa malu berdusta dihadapan rakyat semesta. Rangkaian kata kata tipuan dan cercacaan menjadi hiasan bibir tak pakai pikir. Agama mereka dustakan, hukum Tuhan mereka perdebatkan. Membingkai manusia culas dan beringas.

Kita butuh hujan yang menyejukkan saat panas melanda. Begitu juga disaat panasnya suasana politik yang mengabaikan etik, maka dibutuhkan hadirnya keteduhan sikap dan perilaku beradab, mereka yang hadir dengan harapan ditengah kedustaan yang diwacanakan.

Akhirnya, 2019 kita butuh pemimpin yang menyejukkan, mampu memberi harapan tentang masa depan, kita tak butuh pemimpin yang pandai berbicara tapi tak pandai bererika. Kita butuh pemimpin yang kuat bukan pemimpin yang mudah diperalat. Terlalu banyak keculasan dan kemunafikan yang dipertontonkan, rakyat tak kuasa lagi menahan.

Bersengketanya aparat keamanan menunjukkan disana ada ketidak adilan, ditengah maraknya ujaran kebencian, tapi hukum tak mampu lagi membangun keadilan, mereka yang dianggap kawan dibebaskan, sementara mereka yang dianggap lawan, dihancurkan dan bahkan dimatikan. Semoga Allah membebaskan kita dari keridak adilan ini dan menghadirkan pemimpin yang kuat dan tegas kepada rakyat yang dipimpin.

kita butuh hujan, seperti kita butuh pemimpin yang mampu menjadikan keadilan sebagai pijakan, kita tak butuh pemimpin yang tak amanah serta yang gemar mempertontonkan ketidak adilan

Semoga 2019 kita diberi pemimpin yang amanah dan menyejukkan, bukanlah mereka yang memimpin dengan keculasan. Semoga ini semua ibarat hujan yang menjadi teman kita yang mampu memberi kesejukan dalam qalbu kita.. Aamien

Surabaya, Januari 2019

*Anggota Dewan Pendidikan Jawa Timur

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here