Catatan Oase Kehidupan #267: Narasi Besar Itu Bernama Indonesia Menang

0
167
Foto bentangan bendera merah putih diambil dari facebook

KLIKMU.CO

Oleh: M Isa Anshori*

Pada malam Senin, (14/) jam 19.30 wih saya mencoba mengikuti pidato kebangsaan pasangan capres 02 Prabowo – Sandi yang direllay melalui beberapa televisi swasta nasional serta televisi streaming media sosial. Hal yang sama pastilah akan dilakukan oleh pasangan capres 01 Jokowi – Makruf Amien. Tapi belum ada jadwal yang ditentukan oleh timnya.

Ada yang menarik dalam pidato kebangsaan itu berupa sebuah rencana besar tentang Indonesia kalau pasangan Prabowo – Sandi memenangkan pemilihan presiden 2019. Kemenangan Indonesia. Dalam pidatonya yang seringkali terlihat tanpa melihat teks, Prabowo dengan didampingi oleh Sandiaga S Uno memberikan gambaran tentang kemenangan Indonesia, yaitu ketika kesejahteraan rakyat meningkat, daya beli masyarakat meningkat, meningkatkan ketahanan pangan, terciptanya lapangan kerja untuk rakyat, aparat yang tidak menjadi alat kekuasaan, tidak boleh ada rakyat yang lapar, tidak boleh ada anak Indonesia yang tidak sekolah dan banyak hal lagi.

Sepintas memang tidak ada hal yang baru sejatinya pidato kebangsaan yang disampaikan oleh Prabowo, karena memang apa yang disampaikan oleh Prabowo adalah menjadi tujuan bangsa Indonesia merdeka. Sebagaimana yang tertulis dalam pembukaan UUD 1945.

“Bahwa sesungguhnya kemerdekaan itu ialah hak segala bangsa dan oleh sebab itu, maka penjajahan diatas dunia harus dihapuskan karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan perikeadilan.”

“Dan perjuangan pergerakan kemerdekaan Indonesia telah sampailah kepada saat yang berbahagia dengan selamat sentosa mengantarkan rakyat Indonesia ke depan pintu gerbang kemerdekaan negara Indonesia, yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil dan makmur.”

“Atas berkat rahmat Allah Yang Maha Kuasa dan dengan didorongkan oleh keinginan luhur, supaya berkehidupan kebangsaan yang bebas, maka rakyat Indonesia menyatakan dengan ini kemerdekaannya.”

“Kemudian daripada itu untuk membentuk suatu pemerintah negara Indonesia yang melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial, maka disusunlah kemerdekaan kebangsaan Indonesia itu dalam suatu Undang-Undang Dasar negara Indonesia, yang terbentuk dalam suatu susunan negara Republik Indonesia yang berkedaulatan rakyat dengan berdasar kepada :

Ketuhanan Yang Maha Esa,

kemanusiaan yang adil dan beradab,

persatuan Indonesia, dan kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan,

serta dengan mewujudkan suatu keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.”

Yang tertangkap dalam benak saya isi pidato kebangsaan semalam adalah yang disebut dengan kemenangan Indonesia adalah kembalinya Indonesia pada UUD 1945 dan Pancasila sebagaimana yang tertulis dalam pembukaan UUD 1945 tanggal 18 Agustus 1945.

Tentu kita rakyat Indonesia mendambakan bangsa ini menjadi bangsa yang besar, bangsa yang kuat, bangsa yang melindungi rakyatnya, bangsa yang mandiri dan berdaulat. Tentu dambaan rakyat itu tak akan bisa dipenuhi kalau mental pemimpin kelak adalah mental yang lemah, mementingkan kepentingan sendiri dan kelompok, mental yang tak konsisten.

Saya yakin bangsa ini sudah dan bisa melewati masa masa krisinya dengan baik, meski harus melalui perjuangan yang berat dan melelahkan. Nah ditengah harapan harapan tentang kemenangan Indonesia yang disampaikan oleh Prabowo – Sandi semalam, kita juga masih menunggu pidato kebangsaan Jokowi – Makruf Amien untuk kemenangan Indonesia.

Semoga kita diberi pemimpin yang betul betul memberi kemenangan terhadap Indonesia… Aamien.

Surabaya,  Januari 2018

*Pegiat Sosial kemasyarakatan, tinggal di Surabaya

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here