Catatan Oase Kehidupan #283: Bersinergi dan Berbagi Proyeksi Pendidikan Abad 21

0
129
foto diambil google

KLIKMU.CO

Oleh: M. Isa Ansori*

Pendidikan adalah sebuah aktifitas merubah perilaku, dari tidak tahu menjadi tahu, dari tidak baik menjadi baik, dari tidak mengerti menjadi mengerti. Pendidikan sejatinya diarahkan untuk melakukan sesuatu dan bermanfaat bagi kehidupan, baik kehidupan diri sendiri maupun kehidupan orang lain.

Proyeksi pendidikan dimasa depan bukanlah sekedar seseorang bisa melakukan tetapi apa yang dilakukan harusnya bisa berdampak pada kebaikan dan kemanfaatan yang bisa dirasakan oleh orang lain. Oleh karenanya proyeksi pendidikan masa depan itu bagaimana menjadikan anak didik tidak hanya pintar tapi bagaimana kepintarannya bisa dirasakan oleh orang lain. Kesadaran berbagi dan bersinergi adalah bagian bagaimana membagi kepintaran agar bisa dirasakan oleh orang lain.

Mengapa harus berbagi?

Harus disadari bahwa setiap orang mempunyai kelebihan dan kekurangan, itu artinya tidak ada orang yang boleh merasa pintar, karena setiap orang pasti mempunyai keterbatasan, sehingga kelebihan dan kekurangan akan bisa terlengkapi kalau setiap orang menjadikan ruang menerima dan berbagi.

Nah ditengah perkembangan tehnologi dan jaringan yang semakin berkembang, pendidikan seharusnya bisa memanfaatkan sebagai ladang bersinergi dan berbagi diantara ummat manusia. Karena dengan berbagi dan bersinergi itulah setiap bisa berkembang dan bermanfaat bagi yang lainnya.

Lalu apa yang harus dilakukan dalam pendidikan?

Guru dan orang tua sebagai pelaku pendidikan, sudah tidak saatnya merasa paling tahu dan paling mengerti persoalan anak anak sebagai murid yang dididik. Sehingga dalam memberi pertanyaan tidak boleh lagi dengan pertanyaan ” cita cita mu apa? “, harus diganti dengan pertanyaan ” apa yang akan kamu lakukan? “, ” apa yang akan kamu kerjakan? “. Pertanyaan tentang apa yang akan kamu lakukan dan akan kamu kerjakan, sejatinya akan mengeksplorasi apa yang menjadi passion dan bakat anak, selanjutnya tugas guru dan orang tua menemukan passion itu dan mengembangkannya.

Praktik pendidikan masa depan dalam menjadikan anak bermanfaat dan berguna sesuai dengan passionnya masing masing adalah dengan mengembangkan pendidikan Ahlak ( Karakter) yang meliputi moral dan kinerja, Kompetensi ( kritis, kreatif, komunikatif dan kolaboratif), Literasi ( keterbukaan wawasan) yang meliputi minat baca dan daya baca, pemahaman budaya, tehnologi serta manajemen keuangan.

Sekolah sebagai tempat mendidik, sudah seharusnya merubah dirinya menjadi tempat mengembangkan kompetensi bukan lagi sebagai tempat yang menghambat perkembangan kompetensi masing masing anak.

Sadarilah setiap anak memiliki potensi dan kecepatan mengembangkan potensinya, biarlah mereka berjalan secara alami dan tugas kita sebagai orang tua dan guru, mengasah pada sisi tajamnya.

*Relawan Pendidikan Yang Memanusiakan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here