Cermin Diri #102: 7 Kewajiban Orangtua Terhadap Anak

0
170
Ilustrasi diambil dari Parenting-Dream
http://klikmu.co/wp-content/uploads/2018/01/iklan720.jpg

KLIKMU.CO

Oleh: Mushlihin

“Pak Hin tolong dihadiri besok Senin malam Selasa pengajian iftitah dalam rangka rapat walimurid Madrasah Ibtidaiyah. Sebab saya ada undangan dinas acara Hari Amal Bhakti kemenag sampai malam hari. Terima kasih.” Demikian kutipan pesan orangtua kedua saya yang kini menjabat kepala KUA di Lamongan.

Pesan di atas bagi anda mungkin biasa. Tapi bagi saya sungguh luar biasa. Karena sebagai cerminan orangtua yang menghargai dan memanggil anak dengan sebutan yang baik. Kadang kita merasa paling senior atau punya sederetan jabatan lantas panggil junior pakai bahasa kasar. Memberi nama yang baik sekaligus melunakkan suara merupakan doa kebahagiaan dunia akhirat. Maka jangan segan menyertakan gelar kehormatan. Lagian jangan menjuluki anak dengan nama yang tidak disenanginya.

Sebagaimana sabda Rasulullah yang diriwayatkan Al Hakim. “Haqqul waladi alal walidi ayyuhsina ismuhu wa ayyuallimahul kitabata wassibahata warrimayata wa alla yarzuqahu illa taiyiban wa aiyuzawijahu idza adraka.” Kandungan hadis tersebut tentang kewajiban pertama orangtua terhadap anak ialah memberi nama yang baik.

Lalu yang kedua menanamkan pendidikan agama dan ilmu yang manfaat. Ajari anak baca tulis dan berhitung. Menuliskan kalimat Allah yang tidak akan pernah habis, meski seluruh pohon dijadikan pena dan lebih dari tujuh lautan dibuat tintanya. Oleh karena itu semestinya ortu dukung anak yang tergabung dalam komunitas belajar menulis.

Sedang kewajiban yang ketiga adalah memelihara kesehatan jasmani dan rohani. Ajari pula anak berenang, memanah dan olahraga lainnya. Hingga mampu ikut olimpiade. Lantaran akal yang sehat terdapat pada tubuh yang kuat. Kurangi kekhawatiran anak ikut ekstra di sekolah. Biar mereka tidak manja dan hidup mandiri.

Terus kewajiban yang keempat memberi nafkah dengan rizki halal dan bergizi. Cegah stunting. Manusia kerdil, tidak dapat berkembang besar dan tidak berkemajuan. Jangan coba-coba makan bangkai, darah, daging babi dan sesajen. Kecuali terpaksa dan tak melampaui batas.

Lalu kewajiban kelima memberi suri tauladan yang baik. Guru kencing berdiri murid kencing berlari. Orangtua ibarat ikan di aquarium yang diawasi anak gerak-geriknya. Keteladanan dan contoh adalah salah satu karakteristik pembelajaran. Untuk dapat bercerita anak perlu sering dibacakan cerita, dibimbing membaca cerita atau menonton cerita. Agar bisa bertanya, anak harus sering ditanya, dituntut untuk sering bertanya, dan dibimbing dalam melakukannya.

Kemudian kewajiban keenam menjaga dan mengawasi pergaulan anak. Agar terpelihara dari perbuatan maksiat. Sehingga hidup teratur, bersih dan terhormat.

Adapun yang ketujuh menikahkannya apabila telah dewasa. Surat An-Nur ayat 32 menyebutkan “nikahkanlah orang-orang yang masih membujang di antara kamu, dan juga orang-orang yang layak (menikah) dari hamba-hamba sahayamu yang laki-laki dan perempuan. Jika mereka miskin, Allah akan memberi kemampuan kepada mereka dengan karunia-Nya. Dan Allah Mahaluas (pemberian-Nya), Maha Mengetahui”.

*Kepala MIM Takerharjo Solokuro Lamongan 2000-2007

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here