Cermin Diri #11: Jangan Sepelekan Makan, Latihan, dan Kebersihan

0
200
Foto nasi pecel diambil dari travelling yuuk

KLIKMU.CO

Oleh: Mushlihin*

Saya sempat bingung memilih satu diantara lima calon ketua Organisasi Siswa Intra Sekolah. Karena tak pernah kenal sebelumnya. Lalu saya berpikir keras untuk mencari cara agar tepat dan berfaedah.

Saya amati gerak geriknya. Terus saya sapa mereka. Ternyata hanya satu yang sudah sarapan. Dengan ucapan bismillah saya jatuhkan pilihan padanya. Alhamdulillah pilihan saya tidak salah. Artinya calon yang tidak menyepelekan sarapan akhirnya menjadi pemenangnya.

Inspirasi di atas muncul setelah dalam kegiatan pembelajaran bab “to be healthy” saya mengamati dan menanya tentang gaya hidup sehat pada siswa. Sebagian besar menjawab belum sarapan. Sehingga loyo, lesu, tak bertenaga dan gampang sakit.

Sementara yang makan pun rata-rata mi instan. Diduga mengandung zat kimia berbahaya seperti pengawet dan pewarna. Jarang yang mengisi perut dengan sayur, buah, nasi, daging, telur, ikan, tahu dan tempe. Selain itu sedikit sekali yang mau membawa nasi buatan ibunya sebagai bekal makan siang. Yang merupakan jenis makanan sehat.

Selanjutnya saat ditanya perihal olahraga, misalnya lari (agar parunya kuat), renang (agar ototnya kekar dan pemanasan (supaya tidak cidera). Mereka bilang tidak suka. Mayoritas peserta didik lebih senang jadi penonton daripada pemain olahraga. Khususnya menyaksikan pertandingan volly pantai putri yang tubuhnya nampak sexy dan aduhai. Sikap tersebut menandakan jiwanya sakit dan pikirannya kotor. Perlu dibangun jiwa dan badannya sebagaimana termaktub dalam lagu Indonesia Raya.

Lebih jauh lagi ketika diwawancarai masalah mengepel lantai rumah, menyapu kelas dan membersihkan bak mandi serta cuci peralatan makan, tak satupun yang melakukannya. Akibatnya debu, nyamuk dan kuman tersebar di mana-mana.

Miris rasanya melihat pola hidup generasi kita. Namun belum terlambat, jika semua manusia bekerjasama mengatasinya sesuai kemampuannya.

Umpamanya kita tiada jemu mengingatkan siswa agar makan sebelum berangkat sekolah. Jangan kecewakan orangtua yang susah membuat hidangan untuk kita. Apalagi sampai membentaknya lantaran tak sesuai selera. Sebab mereka sudah berupaya sekuat tenaga agar terasa nikmat makanan olahannya.

Di samping itu ayo sempatkan latihan sesibuk apapun kita. Minimal gerak badan di rumah, merapikan peralatan, berkebun, bersepeda dan atletik serta sport lainnya. Kurangi budaya pintar berkomentar akan cacat saudara kita. Sementara kita sendiri tak becus menerapkannya.

Lebih dari itu biasakan menjaga kebersihan barang yang habis kita pakai. Hentikan merepotkan teman. Pemimpin yang ogah menjaga kebersihan pribadi dipastikan gagal mengurusi orang lain. Renungkan ! Bukankah kita semua adalah pemimpin berdasarkan sabda Rasulullah?

*PRM Takerharjo Solokuro dan guru SMP Karanggeneng Lamongan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here