Cermin Diri #115: Janda Mulia

0
533
Foto diambil dari dokumen pribadi penulis

KLIKMU.CO-

Oleh : Mushlihin

Janda kaya sepulang dari baitullah meminjamkan ladangnya. Untuk tempat tandon air setinggi 20 meter milik Muhammadiyah. Karena terletak di dataran tinggi. Sementara sumber air tersebut berasal dari tanah wakaf mantan carik. Juru tulis kepala desa. Lokasinya agak rendah (lebak).

Air bersih itu amat bermanfaat bagi masyarakat dan tetangga desa terdekat. Misalnya untuk minum, cuci, menyirami dan mandi. Tak pernah kering kerontang meski kemarau panjang. Dalam rangka mengelola sumber daya alam itu agar berkeadilan sosial, pelanggan hanya dikenakan biaya 2000-3000 rupiah per meter. Sungguh kerja sama yang saling menguntungkan.

Pendapatan yang diperoleh setiap bulan digunakan dakwah amar makruf nahi munkar. Merawat anak yatim, memberi makan fakir miskin, tanggap bencana, memajukan pendidikan, memakmurkan masjid dan jihad fi sabilillah. Berjuang di jalan Allah.

Akibatnya si janda sehat wal afiat dan hasil pertaniannya melimpah ruah. Sedang ketiga anaknya memperoleh rezeki berlipat ganda. Sulung mempunyai toko serba ada di Lamongan. Anak kedua memiliki yayasan pendidikan Islam yang kian berkembang di Bogor. Adapun yang bungsu, seorang apoteker, pengajar Bahasa Arab dan Al Quran di pesantren Zaid bin Tsabit Bogor.

Selanjutnya pada hari Jumat tanggal 6 Maret 2020 tanah pinjaman resmi diwakafkan pada Pimpinan Ranting Muhammadiyah. Disaksikan dan dicatat Pemerintah Desa. Semoga Allah membalas berlipat ganda untuk si janda. Baginya pahala mulia yang tiada putus-putusnya. Sebagaima surat Al-Hadid ayat 11, “Barangsiapa meminjamkan kepada Allah dengan pinjaman yang baik, maka Allah akan mengembalikannya berlipat ganda untuknya, dan baginya pahala yang mulia.

Si janda dan keturunannya dengan rendah hati berucap, “Amiiin ya Allah …..baru sedikit ya Allah amal yang bisa kami lakukan…di bandingkan nikmat yang engkau berikan kepada kami. Mudah-mudahan bertambahnya usia ini bisa semakin dekat denganMu ya Allah.

Fenomena langka yang patut dijadikan suri tauladan. Oleh karenanya jangan kikir meminjamkam barang berguna yang merupakan hajat hidup orang banyak. Apalagi bersedekah. Memberi cuma-cuma tanpa mengharap kembali. Memang secara matematika harta benda berkurang. Tapi sejatinya malah dilipatgandakan. Itulah sebaik-baik pinjaman. Yaitu pemberian manfaat suatu benda yang halal dari seseorang kepada orang lain tanpa meminta imbalan.

*Pimpinan Ranting Muhammadiyah Takerharjo Solokuro Lamongan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here