Cermin Diri # 117: Sambunglah Kekerabatan Meski Hanya Dengan Salam

0
304
Foto diambil dari Ayobandung.com

KLIKMU.CO-

Oleh: Mushlihin*

Di rumah saja adalah salah satu upaya mencegah menularnya wabah atau pagebluk alias epidemi. Terus apakah kita harus memutuskan tali kekeluargaan?

Grup whatsapp Ampuh punya cara sangat jitu. Ampuh merupakan alumni perguruan Muhammadiyah Takerharjo angkatan 1986. Beranggotakan 29 orang. Dibuat 30 Juni 2017. Mottonya jaga silaturrahmi yuk!. Kegiatan meliputi reuni, anjangsana, kunjungan rumah, berwisata, menyantuni anak yatim, memberi makan orang miskin, dan menjenguk orang sakit serta menebar 3S (santun, senyum, salam).

[25/2 19.03] Hari menyapa: “Assalamualaikum kawan! Apa kabar semuaaaaa.”

[25/2 19.05] Iya menjawab: “Alhamdulillah luar biasa makin bertaqwa.”

[25/2 19.06] Zuli menimpali: “Bu Yaa… jawapane koyo murid TK. Kok atek luar biasa.”

[25/2 19.09] Hari kembali menyapa: “Alhamdulillah…..wes tuwo, wes tobat Zul…
Dadi luwwwwaaaarrrr biyasaaa.”

[25/2 19.13] Iya tak mau kalah: “Luar biasa pegele Har dan Zul. Nang ngalas terus. Ileng-ileng wes tuwo ojo dlusur wae. Tobato jare umi Ica!”

[25/2 19.17] Zuli menanggapi: “Ndelok tuwoe nek tuwoe klopo yo tambah nglengo.”

[25/2 19.18] Iya menegaskan: “Tuwoe pari Zul.”

[25/2 19.25] Hari mengalihkan pembicaraan: “Buk Ya… kapan dijak nunu jagung iki?”

[25/2 19.36] Iya menjawab: “Ayo saiki ta, tapi aku iki nek Payaman. Nunggu anak kemah.”

[25/2 20.26] Ali Bogor setuju: “Ajak- ajak dong kalau nunu jagung….mumpung di Takeran.

[25/2 20.28] Iya berkomentar: “Nek Takeran to kyai. Ayo manganan wae.”

[25/2 20.28] Hari sependapat: “Manganan nok Gosari ae….kapan iki?”

[25/2 20.29] Iya berkata: “Ayo!”

[25/2 20.30] Hari menambahkan: “Bose siap. Kapan iki isoe Mu, Zizi, Zumi. Piye Ahad kita jalan-jalan yaa…. Semua, harus ikut, tadabbur alam. Yang di Malaysia wakil bojone

[28/2 19.36] Zuli lantas usul: Assalamu’alaikum teman. Bagaimana bila besok Sabtu habis salat maghrib kumpul di rumah Hari.

[28/2 19.38] Hari tak keberatan: “Waalaikumussalaam warohmatullohi wabarokaatuh… monggoooo hadir.”

[28/2 19.39] Ali Bogor berucap: “Insya Allah.”

[29/2 18.39] Hari dengan senang berharap: “Kawan, saya tunggu kehadiran kalian… langsung ke belakang aja. Lewat samping lebih mudah.”

[29/2 19.36] Ali Bogor menanggapi: “Siaaap meluncur…”

[29/2 19.38] Alumni dari negeri jiran menanya: “Ada acara apa kawan?”

[29/2 19.38] Hari menjelaskan : “Ceramah agama ustad KH. Nur Ali dari Bogor. Pun pak Mus dan kak Min serta Mas.”

Santapan rohani malam itu tepat guna. Motivasi ibadah umrah. Dilengkapi santapan jasmani. Aneka buah, minuman dan makanan sehat gratis. Selain itu berencana piknik ke Setigi dan Gosari Gresik.

[2/3 20.07] Zuli kemudian mengumumkan: “Assalamu’ alaikum teman-teman besok Selasa kita jadi berangkat reuni sehabis salat dhuhur.”

[2/3 20.11] Alumni yang di Kediri bergumam: “Seneng e bisa reuni.”

[2/3 20.12] Ali Bogor menawarkan: “Saya bawa mobil AVP. Ikut ya teman2.”

[2/3 21.50] Iya merajuk: “Mabuk naik mobil bagus, biasae naik glinding atau colt bak.”

[3/3 11.59] Zuli memastikan: “Bu Hj Mukayatun nanti di jemput ta kumpul ke rumahku?”

[3/3 12.01] Zumi merespon: “Saya suruh ke rumah Hari sama Mukaroma.”

[3/3 12.13] Zuli memutuskan: “Okey Zuu…Yang utara di rumah Hari. Sedang yang selatan di rumahku.”

[3/3 12.17] Zumi protes: “Ndo saya bawa barang banyak. Tolong dijemput ya di rumah Suzi.”

[3/3 12.33] Zuli kirim pesan : “Okey Zuu jangan khawatir. Habis salat langsung berangkat.”

[3/3 12.31] Hari urun rembug: “Ayyyooo bawa jagung gae bakaran. Sopo ndue jagung?”

[3/3 12.34] Suzi berseloroh: “Jagonge sudah ada..tapi rebusan.”

[3/3 12.34] Hari kirim kode: Seng bojone nok Malaysia ayyooo milu, Um, karo Musa. Terus Mukho ki melu tho gak, kok uwwwaaanteng ki.”

[3/3 13.01] Suzi memberitahukan: “Gak milu. Gak duwe sangu.”

[3/3 13.08] Hari membujuk: “Jo kuatir wes digawakno duek uwwakeh mbi Zuli. Nak ayo milu!”

[3/3 13.09] Mukha kirim pesan suara: “Gak milu Mi… aku repot.”

Selanjutnya komunitas Ampuh yang guyup rukun tersebut melaju naik kendaraan terbuka. Ada Subatin, Ummu, Hanik, Nur, Khilfah, Husniyah, dan kawan- kawan. Sekira jam dua siang tiba di Setigi. Mendaki gunung kapur, mengamati tukang batu, bersepeda air di bekas galian tambang, dan salat jamaah asar. Selepas itu makan ketupat, minum es degan dan polo pendem yang dibawa tiap peserta. Di samping itu berfoto ria di wisata alam Gosari alias wagos.

Para alumni yang tidak ikut dan cuma melihat kamera hp makin penasaran. “Di endi kui mbak ko apik? Bek e pas main ke LA bisa mampir” Tanyanya.

[3/3 17.51] Hari bertutur: “Nok taman bunga. Daerah Sekapuk dan Gosari Gresik.”

[4/3 07.03] Alhamdulillah rombongan sampai di rumah masing-masing. Namun Zuli sambat: “Linu kabeh rasane dengkol iki hahahah.”

[4/3 07.18] Lain lagi Iya malahan minta diulang: “Nang golek tempat mane sing apik terus budal mane, sakno Masrohan moro bolak balik nang Zuli tiba e ditinggal.”

[4/3 07.35] Sementara Hari memohon: “Ndi potoku caaahhh!” Tuego gak dipoto dewe padahal aku lho ayu…..kkkkkk”

[4/3 08.02] Iya menyindir: “Gak ayu, mangkane gak wani ngetokno wajah e.”

[4/3 08.13] Hari tersenyum: “Hhhh….. ngerti ae”

[4/3 10.36] Zuli menambahkan: “Pancine pamer sepatu anyar kkkk.”

[4/3 10.37] Iya berujar: “Ye anyar opo ws dawuk e ngono kok.”

[4/3 10.38] Zuli mendinginkan suasana: “Ojo nyek Yaa. Muuuuahal iku.”

[4/3 10.49] Hari terus terang ngaku: “Ditukokno uwong, biasa rizki ank sholihah…”

[4/3 18.25] Di tengah asyik chat, Ali Bogor menyampaikan pertanyaan : “Nomor whatsapp Hanik…yang mana ya…”

[4/3 18.25] Suzi memaparkan: “Hanik gak masuk group.”

[4/3 18.25] Hari malahan ngomong: “Hanik anti WA.”

[4/3 18.49] Iya mencoba menggoda: “Da pa ayo kok Hanik yang ditanyakan, Subatin kok nggak.”

[4/3 18.50] Hari menduga: “Ape njaluk pijet palingo, dengkul e linu.”

[4/3 18.51] Iya bercanda: “Ngono wae linu, nang kok pasang iklan cari yang ke2.”

[4/3 20.07] Ali Bogor mengelus dada: ‘Hehehe…mau pijat. Badan pegel… biasanya kerjanya duduk2 aja.”

[4/3 20.43] Iya balik tanya: “Belum balik to.”

[5/3 15.18] Ali Bogor membalas: “Belum …hari Sabtu kembali ke Bogor.”

[5/3 15.24] Hari menggagas ide: ” Ayyyooo…jalan” lagi, mumpung masih di rumah…nandi Zul”

[5/3 16.01] Zuli menawarkan: “Nang paser putih wae parek mbek nang Brumbun.”

[5/3 16.02] Hari memilihkan: “Bekne nok sendang Asmoro. Terus dolek sisipan nok pantai kelapa.”

[5/3 16.03] Zuli menolak: “Pegel durung mari mii , dengkule sik linu.”

[5/3 16.04] Hari menggerutu: “Pan dolek parek yo nok Wisata Edukasi Mbeji.”

[5/3 16.05] Zuli sangat antusias: “Iyoo tepak ikuu awak saiki sik durung puleh katok e . Oh ya Mii, pean mentere ngono , jamu opoo?”

[5/3 16.06] Hari tertawa: “Jamu utik

[5/3 16.06] Iya memberi resep: “Kesimbuan Zul nang mok niru.”

[5/3 16.07] Zuli berteriak: ‘Emoo , paiiit.”

[5/3 16.07] Hari menandaskan: “Kesimbuk an iku jagane nggodok gayam.”

[5/3 16.07] Zuli bersikukuh: “Utek yoo tambah remek.”

[5/3 16.08] Hari justru sebaliknya : “Aku tambah bugar ki…hhhhh.”

[5/3 16.08] Iya berkesimpulan: “Nglantur kabeh jare dengkule remek.”

[5/3 16.09] Hari tak terima: “Dengkul ku bapoh buk yah…dadi kudu nglumur ae.”

[5/3 16.10] Zuli jujur: “Lek dengkule seng linu tangane gak, dadi sik ngeteger kkkk”

[5/3 16.11] Iya berdoa: “Ya Allah berati tangane tok sing ngeteger iki.”

[5/3 16.11] Hari menawarkan jasa: “Mrene zul tak pijeti!”

[5/3 16.13] Zuli berterima kasih: “Pek dengkule wae, mene jalok pijet bojone Hanik wae.”

[5/3 16.14] Hari melarang: “Ojo Zull ba ha itu ya….

[5/3 16.15] Zuli mengerti dan berdalih: “Seje niate Har , guyon caa. Ayo ditutup karo moco alhamdulillahi rabbil alamin. Wassalam.

Begitulah cara Ampuh memelihara hubungan silaturrohim. Sebagai bentuk keimanan kepada Allah dan hari akhir. Walau hanya salam, senyum dan sapa. Dalam Al-Kabair hal.34 diterangkan, “Shiluu arhamakum walau bissalaam (sambunglah tali kekerabatan kalian meskipun hanya dengan salam).”

Dalil di atas sangat cocok mencegah covid 19. Yakni diam di rumahaja. Lebih dari itu mereka tidak sampai memutuskan tali kekerabatan. Yang berakibat rahmat tidak turun dan tidak masuk surga.

*Peserta Stay At Home Fight For Covid-19

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here