Cermin Diri #118: Kesan Bangun Malam

0
215
Foto diambil dari Liputan6.com

KLIKMU.CO

Oleh : Mushlihin

Semalam aku tidur tanpa selimut. Karena kegerahan. Kipas angin berputar menerpa wajah. Mimpi buruk dan kebelet pipis, membuatku terbangun di seperdua malam.

Aku bergegas menuju WC. Mendahulukan kaki kiri seraya berdoa. Air seni mengalir deras. Batu ginjal sebesar bulir padi turut keluar. Sekalian buang air besar. Kotoran dalam perutku ambyar.

Kemudian aku bersuci. Tak lupa gosok gigi. Atas bawah seperti anjuran pak mantri. Nafas segar dan gigi nampak putih berseri. Flu yang mengintiliku terbasmi.

Selepas itu aku minum segelas air mineral sambil duduk. Keringat membasahi kaos yang kupakai. Sehingga kuganti kemeja katun yang bersih nan wangi.

Kudirikan salat malam 11 rakaat. Pola 4-4-3. Kubaca surat Annaba, Annaziat, Abasa, Attakwir, Alinfithar, Almutaffifin, Alinsyiqaq, Alburuj, Attariq, Ala’la dan Alghasyiyah dengan perlahan-lahan.

Sungguh bangun malam itu telah mengisi jiwaku dan perkataanku lebih berkesan. Namun mengapa aku sering melalaikan? Akibat sibuk dengan urusan keduniaan yang panjang. Padahal beberapa Ramadan silam telah dibiasakan.

Ya Tuhanku, jadikanlah aku orang yang tetap memelihara salat. Begitu pula anak cucuku. Sehingga mulai bulan Rajab ini hingga Ramadan mendatang tidak lagi melalaikan.

*Guru MAM 8 Takerharjo Solokuro Lamongan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here