Cermin Diri #119: Tahiyatul Masjid dan Salat Fajar

0
275

KLIKMU.CO-

Oleh : Mushlihin*

Bibiku tergopoh-gopoh menghampiriku. Lalu bertanya, apa yang dilakukan di masjid selepas tahajud dan mengaji sebelum azan subuh? Karena emak-emak banyak yang bingung.

Kukutip Abdul Munir Mulkan dalam buku Teologi dan Fiqih (1994). Diterangkan bahwa amalan yang dilakukan untuk menghormati masjid ketika pertama memasukinya adalah membaca salawat, berdoa dan salat. Doa yang dianjurkan yaitu “allahummaftahli abwaaba rahmatika. (Ya Allah, bukalah pintu-pintu rahmat-Mu untukku).”

Ingat-ingat emak! Dahulukan kaki kanan. Sucikan diri dari hadas. Cuci tangan pakai antiseptic. Isi kotak jariyah dari rezeki yang halal. Rasulullah bersabda: “Tidak diterima salat tanpa wudu dan tidak diterima sedekah hasil kejahatan, merampas atau mencuri serta korupsi.”

Selanjutnya jangan duduk dulu. Salatlah dua rakaat. Termasuk kala jumatan, meskipun khatib sedang khotbah. Diriwayatkan Bukhari Muslim: “Pernah ada orang masuk masjid pada hari Jumat ketika Nabi SAW sedang berkhotbah. Lalu ditegurnya. Sudahkah engkau salat? Dia menjawab. Belum. Maka Nabi SAW bersabda. Berdirilah dan salatlah dua rakaat.”

Sesudah itu baca Alquran perlahan. Atau memperbanyak istigfar dan zikir hingga azan berkumandang. Jawablah dengan sempurna. Sebagaimana yang diserukan muazin. Kecuali hayya alassalah. Ucapkan la haula wala quwwata illa billahi. Sehabis itu berdoalah, niscaya akan memperoleh syafaat pada hari kiamat.

Berikutnya lakukan salat fajar. Salat sunnah sebelum subuh. Sebanyak dua rakaat singkat. Rakaat pertama baca surat Alkafirun atau Albaqarah ayat 136. Sedang rakaat kedua surat Alikhlas atau Alimran ayat 64. Adapun riwayat Hibban, membolehkan membaca apa yang engkau suka dari Alquran.

Dua rakaat fajar tersebut lebih baik dari dunia seisinya. Berdasarkan hadis Aisyah. Sehingga bila tidak sempat, bisa dikerjakan saat duha. Bahkan datangi masjid lain yang belum mulai salat subuh berjamaah. Supaya keutamaan salat fajar dan salat subuh berjamaah berhasil direngkuh.

Namun yang lebih utama tempat salat sunnah yaitu di rumah. Agar rumah itu tidak seolah-olah kuburan. Secara jamaah disilakan. Merujuk hadis Anas bahwa neneknya mengundang Rasulullah jamuan makan. Setelah menikmati hidangan, beliau mengimami salat dua rakaat. Anas lantas mengambil sehelai tikar. Dia dan si yatim berbaris di belakang Nabi. Sementara nenek di belakang mereka.

Apalagi saat darurat wabah. Yang pencegahannya harus tinggal di rumah sekira dua pekan. Kalaupun terpaksa ke masjid, ke pasar atau berkerumun wajib jaga jarak satu meter. Pakai alat pelindung diri. Khusus bagi yang menderita sakit menular, seyogianya atau bahkan wajib beribadah di rumah untuk sementara. Jangan bercampur dengan orang yang sehat. Misalnya salaman, berpelukan dan ciuman. Demi keselamatan sendiri dan orang lain.

Akhirnya bibi pergi. Dia berpesan, agar ilmu barusan disampaikan dalam kuliah subuh mendatang. Aku pun menjawab, “insyaAllah bibi jika tak ada aral melintang.”

* Takmir masjid Al Jihad Takerharjo Solokuro Lamongan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here