Cermin Diri # 134: Mengasihi Hewan

0
251
Foto diambil dari google

KLIKMU.CO-

Oleh; Mushlihin*

Ketika mau mandi jelang jumatan, kulihat coro. Ada yang menyebutnya lipas atau kecoak. Hewan itu terguling di atas keramik. Serangga bersungut panjang dan berwarna coklat itu berupaya membalikkan badan. Aku pun kasihan. Tak kuasa membasminya. Justru kubantu bangun dan berjalan ke dapur.

Sementara bakda jamaah, belum sempat ganti dari busana muslim, emak mengajakku memberi makan ayam. Walau jalan becek dan licin serta masih gerimis. Karena kami khawatir unggas di kandang itu mati kelaparan. Apalagi hewan piaraan itu dapat dimanfaatkan untuk dikonsumsi daging dan telurnya.

Sewaktu family gathering ke Saloka Semarang, juga kusempatkan bermain dengan burung Kakatua. Awalnya agak takut. Saat Kakatua bertengger di lenganku. Ternyata piaraan itu sangat jinak.

Apa yang kami perbuat, tergugah kisah Abu Hurairah. Adalah seorang laki-laki yang sedang dalam perjalanan dan kehausan. Ia masuk ke dalam sumur. Lalu minum sepuasnya. Kemudian ia keluar.

Tiba-tiba ia mendapati seekor anjing di bibir sumur menjulurkan lidahnya menjilati tanah lembab. Karena juga kehausan. Lelaki itu kemudian kembali turun ke sumur dan memenuhi sepatunya dengan air. Lantas membawanya naik dengan menggigit sepatu itu.

Sesampai di atas ia minumi anjing itu. Karena perbuatannya tadi, Allah senang kepadanya dan mengampuni dosanya.

Para sahabat bertanya, “wahai Rasulullah, apakah kalau kami mengasihi binatang, kami mendapat pahala?”

Beliau bersabda, “berbuat baik kepada setiap makhluk pasti mendapatkan pahala.” (HR. Muttafaq ‘alaih).

Hadis tersebut menjelaskan pentingnya mengasihi hewan. Al-rifq bi al-hayawan. Dalam Alquran surat al-An’am ayat 38 pun disebutkan, bahwa hewan adalah makhluk Allah. Seperti halnya manusia. Maka harus diperlakukan dengan layak. Asal tidak mencelakakan si empunya.

*PRM Takerharjo Solokuro Lamongan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here