Cermin Diri #144: Wali Santri Tim Sukses Madrasah

0
217
Foto diambil dari dokumen pribadi penulis

KLIKMU.CO

Oleh: Mushlihin*

Jumat Legi anak kami terdaftar sebagai santri Madrasah Diniyah Ula. Seluruh santri berhak mendapatkan pendidikan akhlak, Tafsir Jalalain, Riyadus Salihin, Bulugul Maram, Matan Arbain Nawawi, Bahasa Arab, tahsin, tahfiz, praktik ibadah dan maharoh kalam. Tim suksesnya terdiri dari pengasuh, pembina, musyrif dan perwakilan wali santri tiap Ahad Pon. Pembelajaran tiap hari kecuali Jumat. Jam 17.00-19.00 dan 04.00-06.00.

Selanjutnya sepucuk surat pemberitahuan kami terima. Isinya mengabarkan kegiatan kerja bakti. Seluruh santri asyik bersih-bersih area madrasah. Sebab sungguh beruntung orang yang menyucikan diri. Apalagi sesudah itu disuguhi makan dan minuman halal. Meskipun dengan hanya satu macam, tetapi tak ada yang mencelanya. Kami merasa lega.

Selepas itu para santri balik ke rumah. Beristirahat. Sekalian menyiapkan masker, kopiah, mencuci sajadah, menyeterika baju, dan memperbaiki meja belajar. Kami selaku wali, turut serta membantunya. Sehingga pekerjaan lain kami tunda. Demi memperoleh anak saleh yang akan mendoakan orang tua.

Jelang tahsin dan tahfiz bakda magrib, kami semakin berjibaku. Santri minta Alquran baru. Kami tawarkan Quran Hafalan Kemenag terbitan Halim. Santri setuju.

Setelah itu santri ingin mengenakan sarung. Kami kebetulan punya banyak kain itu. Buah tangan jamaah haji, umrah, ustaz, dan pimpinan ormas. Masalahnya santri agak kerepotan memakainya. Bebatannya nampak kendor. Maklumlah itu merupakan pengalaman pertamanya. Sebelumnya santri kerap mengenakan celana panjang.

Busana sudah lengkap sesuai protokol kesehatan. Biarpun kami lakukan dengan susah payah. Santri mulai jalan berlenggak-lenggok. Kami mentertawakannya. Lantaran langkahnya kayak habis khitan.

Terus kami sarankan untuk mengendarai sepeda angin. Walau jaraknya cuma 500 meter. Santri sebenarnya malah bingung. Tetapi santri nekat naik sepeda, meski dengan rasa khawatir. Ada bebek menyeberang. Sepedanya oleng. Sarungnya melorot dan sobek.

Namun beruntung santri masih pakai celana pendek. Tubuhnya juga tidak terluka. Maka santri segera bangkit. Tidak lama kemudian teman-temannya datang membantu dan mengajak jalan kaki bersama saja. Kami menyemangati mereka. Bahwa setiap langkah ke madrasah berpahala. Allah pun selalu membantu kepada hamba, selama hamba itu membantu kepada saudaranya.

*Wali santri Madrasah Diniyah Ula Al-Basyir Takerharjo Solokuro Lamongan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here