Cermin diri #149: Beranak Tiada Bidan

0
129
Foto diambil dari erwindawinda23

KLIKMU.CO-

Oleh: Mushlihin*

Sang surya telah bersinar. Aku kayuh sepeda Polygon pelan-pelan. Dari jauh terdengar deru motor. “Ngeang, ngeang, ngeang, braaak.”

Aku penasaran dan mendekat. Begitu juga dengan para tetangga menghambur keluar rumah. Nampak motor tergelincir, beras tercecer, dan wanita tengkurap di jalan poros desa.

Lagian kulihat anak, ibu dan bapak telah berupaya melakukan pertolongan pertama pada kecelakaan tersebut. Mereka sangat gugup. Bapak berteriak pada anak. “Ayo kita bawa ke rumah bidan!” Si ibu memberi tahu bapak dan anak. Bahwa yang sedang ditangani adalah si bidan itu sendiri.

Aku mau tertawa, tapi kutahan. Tidak etis bergurau di atas penderitaan orang lain. Untuk menebus kekhilafanku, maka kuhubungi suaminya. Si suami sedih sekali dan kesusu. Sehingga si suami hanya jalan kaki. Warga menasihati agar bawa mobil. Berikutnya bu bidan langsung dilarikan ke rumah sakit di sebelah Wisata Bahari Lamongan. Ditemani seorang wanita salihah beranak satu.

Aku dan semua orang yang berkerumun bubar. Aku menduga kecelakaan karena salahnya sendiri. Sebagian saksi mata mengatakan, bu bidan menenteng sekilo beras di sebelah tangan kiri. Sementara tangan kanan pegang kemudi. Bu bidan kehilangan keseimbangan. Lalu ia terjatuh.

Namun aku meyakini bahwa setiap bencana di bumi dan yang menimpa diri kita sendiri, semuanya telah tertulis dalam kitab (lauh mahfuz). Sebelum Allah mewujudkannya sekarang ini. Sungguh yang demikian itu mudah bagi Allah. Agar kita tidak bersedih hati bila tertimpa musibah.

Di samping itu aku suka sama kepedulian warga. Saling menolong dalam kebaikan. Lagi-lagi aku mesti berbaik sangka. Menurutku bu bidan adalah wanita yang punya kepandaian menolong persalinan. Ia merawat orang yang melahirkan dan bayinya. Ia juga piawai mengobati kaum Adam. Lagian ia termasuk Tim Relawan Covid-19. Ia pantas disebut sebagai bidan tarik, tawar dan tempuh. Bidan yang siap datang meski tanpa perjanjian. Apalagi sudah dipesan atau ada persetujuan. Bahkan ia ikut mencetus gagasan lahirnya organisasi perempuan tingkat desa. Sekaligus ia sanggup memelopori kekuatan penyeimbang di antara anggota Muhammadiyah dan Nahdhatul Ulama. Oleh karena itu tidak heran banyak yang peduli dan berharap bu bidan lekas sembuh.

Mushlihin, PRM Takerharjo Solokuro Lamongan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here