Cermin diri #151: Sahibulkurban

0
164
Foto diambil dar dokumen pribadi penulis

KLIKMU.CO

Oleh: Mushlihin*

Hari tasyrik ketiga jam tujuh sahibulkurban menyerahkan seekor kambing pada panitia kurban di SMP. Domba yang bulunya panjang, tebal, dan keriting dalam keadaan sehat. Juga tidak cacat dan cukup umur.

Sekitar pukul delapan gibas itu disembelih. Penyembelihnya muslim dan profesional. Pisaunya tajam. Berdiri menghadap kiblat. Baca basmalah. Warga sekolah mengumandangkan takbiran.

Kemudian jagal menguliti dan memotong kibas menjadi beberapa bagian. Dipilah-pilah antara kulit, usus, daging, tulang dan jeroan. Kotoran yang melekat dibersihkan.

Selanjutnya daging didistribusikan kepada fakir miskin, warga sekolah dan sahibulkurban. Lantas dimasak sekedarnya. Ada yang disate, dan ada yang disayur “asem balungan” . Sedang sebagian besar dibawa pulang. Adapun kulitnya dijual. Untuk kepentingan umum.

Sesampai di rumah, daging diberikan pada tetangga. Mereka sangat gembira. Sahibulkurban pun anjangsana ke rumah saudara dan ibunya. Masya Allah ia diberi setengah karung beras berkualitas. Allah telah menambah karunia bagi orang yang berbuat kebaikan.

Namun sedikit sekali yang ikhlas berkurban. Di suatu tempat terdapat tujuh puluhan hartawan, tapi cuma tiga orang yang dermawan. Padahal betapa kecil harga seekor hewan kurban. Jika dibanding nikmat yang banyak. Karena itu jangan kikir. Sibuk mengumpulkan dan menghitung harta. Harta tidak bermanfaat apabila telah binasa. Kecuali yang dikurbankan atau disedekahkan. Pahalanya akan terus mengalir. Di dunia saja sudah bisa dirasakan keistimewaannya. Selamat buat sahibulkurban, semoga amal ibadahnya diterima.

*PRM Takerharjo Solokuro Lamongan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here