Cermin Diri #157: Berkelana Kala Puasa Tasua

0
156
Foto diambil dari dokumen pribadi penulis

KLIKMU.CO

Oleh: Mushlihin*

Sebelum terang benang putih dari benang hitam alias fajar, aku makan sepiring nasi, lauk pauk seafood dan sayur lodeh. Sementara minumnya seliter air putih yang digodok ibu. Anak dan istriku heran. “Kok sahur, puasa apa Yah?”

“Puasa sunnah tasua. Tanggal 9 Muharam. Nabi bersabda, jika beliau masih hidup di tahun mendatang akan puasa pada tanggal 9 Muharam. Hadis riwayat Muslim. Lagian puasa terbaik setelah Ramadan ialah puasa Muharam. Yakni tanggal 9 dan 10.” Jawabku sekenanya.

Selepas itu aku mandi. Manfaatnya badan segar bugar. Terus salat fajar dua rakaat singkat. Keutamaannya lebih baik dari dunia seisinya. Kemudian jamaah subuh ke masjid. Pahalanya 27 derajat.

Sesudah itu kembali ke rumah membaca, memahami dan mencatat kandungan Alquran dalam buku tulis. Ketika siang telah tampak terang benderang aku kayuh sepeda. Menuju kebun yang penuh tanaman tumpang sari. Kusirami pohon kelapa, pisang, pepaya, singkong, dan alpukat. Senyampang mengunjungi peternakan paman. Terdiri dari sapi, kambing dan itik.

Sekira pukul tujuh aku balik. Merawat toga. Mencuci baju. Membersihkan kaca. Sesekali membalas pesan di WA. Aku letakkan gawai kala terdengar ajakan. “Ayo pakde kita berkelana ke Bono.” Rengek keponakan dan anak. Bono merupakan wana/alas/hutan. Milik leluhur kami.

Jawabku, “Mari, Bagaimana jalan kaki, naik sepeda atau motor?” Mereka serentak membalas, “Motor dong pakde.” Kemudian kami berangkat. Sejenak berhenti dulu di rumah adik. Parkir motor. Bilangi sepupu.

Selanjutnya kami berjalan susur sungai. Banyak sampah plastik. Pampers, pembalut, dan botol. Lantas pindah lewat pematang. Kami jumpai padi puso. Hama tikus mengganas. Petani pasrah. Dibabat sebagai pakan ternak.

Kami beristirahat. Di bawah du·wet. Pohon yang termasuk suku Myrtaceae. Berwarna ungu kemerahan, agak masam manis rasanya, berbentuk bulat panjang dan kecil. Sebesar ibu jari orang dewasa. Kulit batangnya yang keras berwarna abu-abu biasa digunakan sebagai obat diabetes, kanker. Nama ilmiahnya syzygium cuminii. Sedang warga menyebutnya buah juwet, jamblang, jambu, atau jambe.

Pas matahari di atas kepala, kami berendam. Ketika badan mulai menggigil, segera mentas. Terus pergi jumatan. Bertarung dengan bisikan setan yang tersembunyi. Kami kalah, sehingga pilih sedekah uang yang nilai tukarnya rendah. Mulut ingin menguap. Mata mau terpejam.

Sepulang jumatan, kami bertebaran di muka bumi. Latihan ke·pra·mu·ka·an. Bernyanyi, ice breaking, dan lomba ketangkasan. Sekaligus mencari rida ilahi.

Bakda asar, kami isi waktu luang dengan menulis. Haus dahaga tak terasa. Sampai azan maghrib. Kami berbuka. Sabda Rasulullah, doa orang yang berbuka puasa sangat mustajab. Istri bilang, sebenarnya ia tadi turut berpuasa. Namun berhalangan. Tidak mengapa? Kami menghargainya. Sebab ia telah menghidangkan menu istimewa. Barangsiapa memberi makan berbuka, akan memperoleh pahala yang sama dengan orang yang berpuasa. Tanpa mengurangi pahala orang yang berpuasa sedikitpun.

*PRM Takerharjo Solokuro Lamongan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here