Cermin diri #163: Bansos Tunai, Obati Petani

0
191
Foto diambil dari dokumen pribadi penulis

KLIKMU.CO-

Oleh: Mushlihin*

Senin Kliwon dua puluh satu September dua ribu dua puluh ada surat pemberitahuan. “Dengan hormat, berdasarkan Keputusan Kemensos RI saudara dinyatakan berhak memperoleh bantuan sosial tunai senilai tiga ratus ribu rupiah. Adapun persyaratan pengambilan atau penerimaan adalah menunjukkan KTP atau Kartu Keluarga asli. Selain itu perhatikan ketentuan pencegahan covid-19 dengan bermasker. Tolong surat ini disimpan dengan baik karena akan digunakan untuk bukti pembayaran. Hormat kami PT Pos Indonesia (persero).”

Aku spontan bergumam alhamdulillah. Batinku meyakini sebagai rezeki yang tiada disangka. Sehingga keluh kesah akibat gagal panen padi terobati. Meskipun tak bisa terima lebih cepat. Karena aku mesti melakukan simulasi pembelajaran sampai zuhur. Selepas itu baru aku bergegas menuju lokasi BST. Waduh sudah sepi. Sehingga aku langsung dipanggil. Lalu membubuhkan tanda tangan, menyerahkan KTP dan terima uang. Seraya difoto oleh petugas secara online.

Bantuan tersebut merupakan yang ketiga kalinya. Sebelumnya aku pernah memperoleh enam ratus ribu rupiah. Bahkan juga pernah dirapel senilai satu juta delapan ratus ribu rupiah. Aku tidak sendiri yang terima bansos, melainkan bersama sembilan ratus kepala keluarga yang yang ada di desaku. Maka aku harus antre seharian. Sekaligus siap dirasani pendengki dengan berlindung dan berpegang teguh kepada Allah dari kejahatan mereka.

Berdasarkan data, penduduk desaku Takerharjo Solokuro Lamongan yang memiliki luas wilayah 2440 kmĀ², mencapai 6.278 jiwa. Sedang jumlah kepala keluarga berkisar 1.688. Artinya hanya separuh yang mendapatkan bansos tunai. Hebatnya para penerima tidak keberatan mengeluarkan 2,5% untuk disumbangkan pada keluarga yang belum beruntung.

Berbagi rezeki menjadikan warga hidup damai. Menurut petugas dan Pemerintah Desa insyaAllah bansos berlangsung sampai Desember. Lantaran mereka mensyukuri nikmat ilahi. Al-Hasan berkata, “Syukur seorang hamba ada tiga rukun. Mengakuinya dari Allah secara batin, memakainya untuk ketaatan kepada Allah dan menyebut-nyebutnya secara lahir.” Walhasil aku kudu menceritakan kenikmatan kepada sahabat sekalian.

Mushlihin, PRM Takerharjo Solokuro amongan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here