Cermin diri #169: Tata Upacara Sekolah

0
186
Foto diambil dari dokumen pribadi penulis

KLIKMU.CO

Mushlihin*

Kepala MA Muhammadiyah 8 Takerharjo Solokuro Lamongan menugaskan kami sebagai pembina upacara sekolah pada hari Ahad. Bukankah merupakan hari minggu alias libur umum? Namun tidak demikian di sekolah kami. Lantaran liburnya Jumat. Terus mengapa kok bukan Senin? Alasannya memang upacara hanya diselenggarakan tiap awal bulan. Kadang Sabtu, Ahad, Senin, Selasa, Rabu, atau Kamis. Lho, sudah berani sekolah, nggak takut korona? Kami berlakukan prokes sangat ketat. Atas berkah rahmat Allah kami diberi rasa aman dari ketakutan.

Biarpun beraneh-aneh, tapi tata upacaranya khidmat. Bagaimana caranya? Pertama para petugas diseleksi. Lalu digladi berulang kali. Minimal sehari sebelum upacara dimulai. Termasuk kelengkapan pakaian dan aura penampilan.

Kedua pas pelaksanaan semua peserta dianjurkan sarapan. Agar lebih bertenaga. Pun menghindari pingsan. Survei membuktikan, rerata peserta pusing dan lemes gegara belum sarapan. Kecuali jika sedang berpuasa.

Ketiga kekompakan pembantu pembina dalam mengatur barisan. Upayakan lebih dari satu orang untuk mengawasi peserta. Syukur dilengkapi CCTV. Biar tidak ruwet, ramai, dan resek.

Keempat beri hukuman yang mendidik. Andai terbukti kurang disiplin. Misalnya disuruh berdiri di depan atau membersihkan lingkungan sekitar. Supaya mereka jera.

Kelima puji peserta teladan. Terlebih bisa menghadiahi dengan alat tulis dan media pembelajaran. Sekurang-kurangnya ucapan selamat dan terima kasih. Mereka pasti senang memperoleh perhatian.

Keenam amanat inspektur upacara upayakan singkat, padat dan terarah. Jangan terlalu panjang biar tidak membosankan yang berakibat kegaduhan.

Ketujuh berjinjit. Angkat tungkai perlahan. Tanpa suara dan gerak tubuh yang berlebihan. Otot kaki yang pegel menjadi rileks.

Kedelapan sediakan air minum selepas upacara. Gunanya mencegah dehidrasi. Sehingga peserta mampu melanjutkan kegiatan belajar mengajar penuh konsentrasi.

Akhirnya semoga Tata Upacara Sekolah tersebut bermanfaat. Lagian manakala ada kesalahan mohon maaf. Terpenting lakukan setiap perbuatan disertai niat ikhlas. Sehingga tidak kena denda. Alhamdulillah bila dapat hadiah, piala dan pahala.

Mushlihin, Guru MAM 8 Takerharjo Solokuro Lamongan Lamongan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here