Cermin Diri #170: Ikan Pintar

0
122
Foto ikan diambil dari Tokopedia

KLIKMU.CO

Oleh: Mushlihin*

Dari empat adik iparku, salah satunya berprofesi sebagai nelayan. Otomatis minimal sebulan sekali aku dikirimi ikan basah segar. Misalnya tongkol, cumi, togek, layang, pari, pecok, layang, belo, juih dan lain-lain.

Aku sangat gembira. Sebab doyan alias gemar ikan bermanfaat bagi kesehatan, kecerdasan dan kepintaran. Ikan kaya omega 3. Sebagaimana slogan pakar nutrisi bahwa sehat, cerdas, dan pintar karena makan ikan.

Sebaliknya anakku ironi konsumsi ikan. Lantaran takut kelelekan duri, mual, berbau amis dan gatal – gatal. Ibu dan neneknya sering merayu agar doyan ikan. Baik ikan panggang, goreng, pepes, asem maupun gulai ikan. Berbagai olahan berdasar ikan pun sering diupayakan. Termasuk menunjukkan slogan ayo makan ikan biar pintar.

Sang anak bersikukuh tidak mau makan. Ia berdalih, “tidak benar makan ikan bikin pintar”. Bahkan ia malah bilang bahwa, tak percaya slogan itu. “Kenapa?” Tanya nenek. Jawabnya, “Sebab kalau ikan itu benar-benar pintar, mengapa kala ditangkap kok tidak menghindar? Apalagi ketika hendak dibakar, kenapa kok tidak menghubungi Damkar?”

Mushlihin, guru MAM 8 Takerharjo Solokuro Lamongan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here