Cermin Diri #171: Pembelajaran di Peternakan

0
124
Foto diambil dari myceisonline

KLIKMU.CO

Oleh: Mushlihin*

Sebagai pahlawan tanpa jasa MAM 8 Takerharjo Solokuro Lamongan, kami ikut prihatin terhadap rendahnya antusiasme belajar. Para siswa merasa bosan kala menyelesaikan tugas yang terlalu sederhana. Sementara bila diberi tugas terlalu sulit, siswa berputus asa.

Kemudian kami bermusyawarah. Untuk menyusun strategi pembelajaran yang efektif dan berkualitas. Sesuai kondisi murid. Yakni kunjungan ke peternakan Abdul Jamal. Si pemilik merupakan anggota Muhammadiyah. Luasnya mencapai ratusan hektar. Sang peternak bersepakat mengamalkan ilmunya.

Jumat 6 November 2020 bakda jamaah asar, kami mengajak puluhan siswa ke peternakan. Instrumen wawancara kami bagikan. Isinya sebagai berikut:
1. Apa saja ternak yang anda tekuni.
2. Kapan anda mulai beternak?
3. Siapa yang membantu anda beternak?
4. Dimana tempat yang cocok beternak?
5. Mengapa anda beternak?
6. Sebutkan masalah ternak yang anda hadapi!
7. Bagaimana cara anda mengatasi masalah ternak?
8. Sebutkan manfaat beternak!
9. Adakah saran buat kami agar suka beternak?

Saban siswa berlomba mengetik jawaban dari tugas individu tersebut. Lalu dikirim ke WA pembina Pandu MAM 8. Hasilnya mencengangkan. Diantaranya diketahui bahwa:

Pertama, ternak yang ditekuni adalah ayam. Baik ayam merah maupun ayam putih. Alias pedaging dan petelur. Terinspirasi sabda Nabi Muhammad, apabila kalian mendengar ayam berkokok, maka mohonlah karunia kepada Allah, karena ayam itu sebenarnya telah melihat malaikat.

Kedua, Ia beternak sejak 10 tahun yang lalu.

Ketiga, dalam beternak tidak bisa dilakukan sendiri. Ada orang pabrik dan beberapa teman yang membantu memberi makan.

Keempat, tempat yang cocok yaitu sepi dari keramaian. Sehingga tidak menggangu warga.

Kelima, alasan beternak karena memiliki banyak keuntungan. Ada perbedaan antara ayam merah dan putih. Ayam merah lebih menguntungkan dibanding ayam putih.

Keenam, masalah yang dihadapi juga tidak sedikit. Turunnya harga hewan ternak, naiknya harga pakan, sakitnya hewan ternak, dan lamanya waktu yang dibutuhkan.

Ketujuh, mengatasi ayam sakit yang akan menjadi penyebab kematian, maka dilakukan penyemprotan desinfektan.

Kedelapan, manfaat beternak sangat nampak. Daging dan telurnya sebagai protein hewani. Kotorannya pun berguna sebagai pupuk tanaman.

Kesembilan, kata bapak yang menjaga peternakan itu ketika diminta saran tentang prospeknya, ia mengaku tergantung pada diri masing-masing. Karena belum tentu semua menyukai beternak. Namun jika ada yang berminat, ia siap berbagi ilmu.

Selanjutnya agar pembelajaran lebih menarik, kami ajarkan dua lagu bertema hewan.
“Gajah elephant gajah elephant
Kupu-kupu butterfly kupu-kupu butterfly
Anjing dog anjing dog.”

Senyum siswa kian mengembang saat kami menggubah lagu balonku menjadi sapiku.
“Sapiku ada lima
Rupa-rupa warnanya
Hitam putih kelabu
Yang dua tidak tahu
Sapiku hilang empat wow
Hatiku sangat kacau
Sapiku tinggal satu
Rupanya kayak kamu”

MUSHLIHIN, guru MAM 8 Takerharjo Solokuro Lamongan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here