Cermin Diri #172: Khotbah Jumat: Keampuhan Fatihah

0
178
Tribun Manado

KLIKMU.CO-

Oleh: Mushlihin*

إنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرْهُ وَنَعُوْذُ بِاللَّهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا مَنْ يَهْدِي اللَّهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ. أَشْهدُ أَنْ لاَ إَلَهَ إِلاّ اللَّهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَ أَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَ رَسُوْلُهُ لاَ نَبِيَّ بَعْدَهُ. اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى رَسُوْلِ اللَّهِ وَعَلَى اَلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَمَنْ وَلآَهُ. أَمَّا بَعْدُ فَيَا عِبَادَ اللَّهِ أُصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَ اللَّهِ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُوْنَ
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنتُم مُّسْلِمُونَ

Hadirin yang dimuliakan Allah.
Segala puji bagi Allah atas pertolongan, ampunan dan perlindungan dari kejahatan serta petunjuk ke jalan yang benar. Kita bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah dan Muhammad adalah utusan Allah. Salawat salam semoga sampai pada Rasulullah shalallahu alaihi wasallam.

Kemudian khotib berwasiat. Wahai orang yang beriman, bertakwalah dan janganlah mati murtad. Sungguh beruntung orang yang menyucikan diri dengan beriman. Mengingat Tuhan, lalu salat. (قَدۡ أَفۡلَحَ مَن تَزَكَّىٰ)
(وَذَكَرَ ٱسۡمَ رَبِّهِۦ فَصَلَّىٰ)
[Surah Al-A’la ayat 14-15].

Tidak sah salat bagi orang yang tidak membaca Fatihah. La salata liman lam yaqra bifatihatil kitab (HR. Jamaah). Apabila kita baca lebih intens, pahami dan amalkan, surah Al-Fatihah punya keampuhan atau keistimewaan.

Menurut Kamus Ilmu Al-Qur’an, Al-Fatihah merupakan surah pertama yang diturunkan di Mekkah secara lengkap dan pembuka serta dimulainya Al-Qur’an. Maka Al-Fatihah sering diartikan pembukaan. Sekaligus dijadikan pembuka aneka kegiatan sebagian umat Islam selain basmalah. Seorang guru memulai pembelajaran dengan ucapan bismillah arrahman arrahim. Agar ditolong dan dibimbing Allah. Seluruh siswa mematuhi. Kecuali seorang siswa sekolah menengah pertama yang menceletuk. “Al-Fatihah.” Ia tergerak mencari berbagai literatur. Lantas ia mengerti. Baik membaca basmalah maupun Fatihah keduanya tidak salah. Karena basmalah bagian dari Fatihah.

Kita tahu Al-Fatihah terdiri dari 7 ayat. Yang dibaca berulang-ulang dalam setiap rakaat salat. Lantaran tidak sempurna alias kurang bin buntung tanpanya. Sehingga disebut “as-sab’ul masani.” Tujuh ayat yang terulang-ulang. Adapun isinya meliputi agar hamba memulai tindakan atau ucapan dengan basmalah, memuji, menyanjung, mengagungkan, menyembah, meminta kepada Allah dan ditunjukkan jalan hidup yang benar. Sebagaimana para nabi, pecinta kebenaran, syuhada dan orang saleh. Bukan jalannya Yahudi yang dimurkai dan Nasrani yang sesat.

Nama lain dari Al-Fatihah adalah Ummul Qur’an. Induk Al-Qur’an. Atau Ummul Kitab. Induk Al-Kitab. Karena berisi topik utama seperti tauhid, ibadah dan kisah. Juga dinamai Al-Qur’an Al-Adhim. Bacaan yang agung. Surah paling mulia. Harta yang tersimpan. Berita gembira.

Sebenarnya Al-Fatihah pun dapat dipakai obat. Alkisah Abu Said tersengat binatang. Ia bacakan surah Al-Fatihah. Senyum Rasulullah mengembang. Pertanda membolehkan menghilangkan kegalauan dan penyakit dengan baca surah Al-Fatihah. Abu Hurairah juga meriwayatkan, Rasulullah bersabda, Al-Fatihah dapat dibuat obat (as-syifa). Sebab di dalamnya termaktub munajat antara hamba dan Allah. Dan Allah akan mengabulkan apa yang hamba pinta. Sehingga ada suami yang memijit istrinya sambil baca Al-Fatihah dan juz amma. Pegal-pegal sirna. Keluarga sakinah mawadah warahmah.

Kemanjuran Al-Fatihah menyembuhkan penyakit, kadang berpengaruh terhadap berkurangnya penderita di rumah sakit. Pas turba, seorang pimpinan bercerita. Santai namun serius. Sekedar guyon tapi temenan. Kurang lebih demikian. Ia semobil dengan kiai. Mereka melewati RSM yang megah dan pasien berbondong-bondong. Kiai heran. Ia lalu menjelaskan. Bahwa semua jamaahnya yang sakit dianjurkan rawat jalan atau inap di RSM. Oh, megilan. Sahut kiai. Kemudian rombongan sampai di RSN. Kok agak sepi. Ia berbalik penasaran. Kiai berterus terang. “Jika seluruh jamaah yang sakit dianjurkan ke RSN, siwukku ora payu alias pengobatan orang sakit melalui doaku tak laku.”

Maka dari itu ayo kita budayakan baca, hafal, kaji, dan praktekkan isi dari induk Al-Qur’an tiap hari. Mudah-mudah Allah memberkahi. Aqulu qauli hadza wastagfiru. Innahu huwal gafurur rahim.

Khotbah kedua

(بِسۡمِ ٱللَّهِ ٱلرَّحۡمَـٰنِ ٱلرَّحِیمِ ۝ ٱلۡحَمۡدُ لِلَّهِ رَبِّ ٱلۡعَـٰلَمِینَ ۝ ٱلرَّحۡمَـٰنِ ٱلرَّحِیمِ ۝ مَـٰلِكِ یَوۡمِ ٱلدِّینِ ۝ إِیَّاكَ نَعۡبُدُ وَإِیَّاكَ نَسۡتَعِینُ ۝ ٱهۡدِنَا ٱلصِّرَ ٰ⁠طَ ٱلۡمُسۡتَقِیمَ ۝ صِرَ ٰ⁠طَ ٱلَّذِینَ أَنۡعَمۡتَ عَلَیۡهِمۡ غَیۡرِ ٱلۡمَغۡضُوبِ عَلَیۡهِمۡ وَلَا ٱلضَّاۤلِّینَ)

رَبِّ ٱشۡرَحۡ لِي صَدۡرِي
Robbis rohli sodri (Ya Tuhanku, lapangkanlah dadaku)
وَيَسِّرۡ لِيٓ أَمۡرِي
Wayassirli amri. (dan mudahkanlah untukku urusanku).
وَٱحۡلُلۡ عُقۡدَةٗ مِّن لِّسَانِي
Wahlul uqdatan millisani (dan lepaskanlah kekakuan dari lidahku).
يفقهواقولي
Yafqohu qouli. (supaya mereka mengerti perkataanku)

*Guru MAM 8 Takerharjo Solokuro Lamongan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here