Cermin Diri #173: Berenang Nyaman di Sendang Perempuan

0
179
Diambil dari dakwatuna

KLIKMU.CO-

Oleh: Mushlihin*

Olahraga renang dalam gaya bebas era korona dihelat MAM 8 Takerharjo Solokuro Lamongan. Untuk memenuhi persyaratan kecakapan umum pramuka penegak bantara. Sekaligus menghidupkan sunah Nabi Muhammad. Umar bin Al-Khattab berkata: “Ajari anak-anakmu berenang.”. Jadi mengajari berenang telah diisyaratkan oleh Rasulullah.

Waktu pelaksanaan renang adalah Jumat 13 November 2020 jam 14.00. Awalnya seluruh pandu berkumpul. Upacara pembukaan. Brainstorming. Saling menyapa. Duduk melingkar. Berlomba membentuk bola kecil sebanyak mungkin dari selembar kertas A4. Pas azan asar kegiatan diskors. Guna wudu, salat dan kultum. Lalu kembali ke tempat duduk masing-masing. Observasi dan menanya. Evaluasi dan umpan balik.

Dalam upaya menyemarakkan acara, 48 peserta bertepuk tangan selama 108 detik. Sambung-menyambung. Gaduh, ramai, bagaikan bunyi perempuan di air. Lantas ditentukan undian dan teknik perlombaan serta pemanasan. Berjalan seratus delapan langkah. Agar tidak kram. Menyingkirkan sebatang kayu Abar yang tenggelam di Mbedji. Biar sumber air tersebut tetap jernih dan tidak berbau.

Setelah menunggu belasan menit dengan sabar emak yang sedang mandi dan mencuci, dua orang pembina masuk ke sendang. Memeriksa 4 lintasan renang dan kesiapan panitia. Yang terdiri para siswi. Mereka bertugas mengawasi area, pemandu sorak, fotografi, kesehatan dan konsumsi.

Terus juri memanggil 22 kontestan dalam enam gelombang. Semua berjenis kelamin laki-laki. Aurat tetap terjaga. Pusar sampai lutut tertutup.

Selanjutnya 3 babak dilalui. Penyisihan, semi final dan final. Keluar sebagai juara yaitu Muhammad Nafis Wahyudi, Furqanul Amirur Rifan dan Bima Sholihul Umam. Mereka sangat gembira. Meski merenangi sendang tidak mudah. Penuh lika-liku kehidupan. Perlu memperhatikan posisi badan, gerakan kaki, gerakan tangan, pernapasan dan kekompakan gerakan.

“Renang bermanfaat sekali bagi saya sebagai pemain voli, walaupun ngos-ngosan.” ungkap Nafis.

Rifan pun berkomentar, “Renang mempengaruhi fisik dan pernafasan saya yang gemar sepakbola.”

Sementara Bima cukup ksatria. “Kekalahan dan kegagalanku merebut juara pertama, akibat dari kesalahanku sendiri.”

Lebih dari itu, selepas pertandingan para pembina, juri, panitia, peserta dan penonton bergotong royong membersihkan sendang. Sehingga pemandian perempuan peninggalan nenek moyang itu selalu nyaman, aman dan menyenangkan bagi siapa saja yang ingin latihan renang. Semoga kita selalu sehat raga dan akal budi alias pikiran.

Mushlihin, guru MAM 8 Takerharjo Solokuro Lamongan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here