Cermin Diri #180: Pesta Wedhusan

0
245

KLIKMU.CO

Oleh: Mushlihin*

Pada tanggal cantik 12-12-2020 pukul 20.22 teman alumni pendidikan dasar dan menengah Muhammadiyah Takerharjo kirim pesan. Ia mengajak saya ke pasar wedus. Jaraknya 2 km dari rumah.

Sesampai di pasar, kami amati dan jepret kerumunan gibas. Kambing yang bulunya panjang, tebal, dan keriting. Ia mirip domba atau biri-biri.

Tak sedikit dari pengunjung yang menanya keperluan kami. “Tumben pagi-pagi begini di pasar wedus.” Mau beli wedus,” jawab saya. Mereka lantas mendoakan, semoga dimudahkan segala urusan. Sekaligus mereka membantu menawar, mulai harga 2-4 jutaan perekor. Terus saya minta pertimbangan teman-teman.

“Lho, berarti dapat satu sama secuil yo pak. Lantaran uangnya kan cuma 6 juta.” Komentar alumni perempuan. Oh iya, perlu dijelaskan bahwa kami memiliki organisasi. Saban bulan iuran dua puluh ribuan. Kini terkumpul dana Rp. 7.500.000. Uang tersebut supaya berkembang dibelikan wedus jantan dan betina. Si jantan diniatkan kurban. Sedang si betina dikembangbiakkan. Tujuannya untuk menyantuni anak yatim dan memberi makan orang miskin.

Sayang harga kambing agak mahal. Sebagian besar pembeli mengeluh. Padahal bukan hari raya kurban. Disinyalir penyebabnya warga banyak yang mengadakan pesta wedhusan. Kambing guling, asem balungan, sate dan gule.

Alhamdulillah karena kepiawaian seorang teman, kami memutuskan dan deal ambil pejantan seharga 2.800.000 rupiah. Selebihnya dibelikan si betina di pasar yang berbeda. Mudah-mudahan dapat induk yang bunting. Syukur beserta anaknya.

Sang penjual sangat gembira. Lembaran rupiah yang kami serahkan, langsung dikibaskan pada kepala kambing. Seraya berucap laris manis. Kemudian kami ke warung Petiyin. Sayur lodeh ikan jambal memanjakan lidah kami. Lebih takjub lagi kami disapa, sembari tangan kami dicium oleh seorang pemuda. Pemilik warung makan tersebut. Ia merupakan murid saya di SMP dan sangat hormat pada guru.

Selanjutnya kambing kibas kami tuntun ke gerobak. Bakul lain bilang, “Wah weduse bagus! Tapi masih bagusan empunya.”

*Alumni perguruan Muhammadiyah Takerharjo Solokuro Lamongan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here