Cermin Diri #184: Sandal Tertukar jangan Gusar

0
99
Foto diambil dari dokumen pribadi penulis

KLIKMU.CO

Oleh: Mushlihin*

Selasa Pahing setelah mandi, gosok gigi dan wudu, aku mengenakan pakaian lengkap dengan sepasang sandal jepit merah hati berukuran 43. Lalu aku pergi ke masjid. Sambil jalan kaki 500 meter aku bermunajat. Ya Allah ciptakanlah cahaya di hati, lidah, kuping, mata, atas, bawah, kanan, kiri, depan dan belakangku.

Tanpa terasa aku tiba di pelataran masjid Jami. Aku melepas kedua sandal. Karena aku berada di tempat yang suci. Bakda salat jamaah subuh, aku keluar masjid. Semoga Allah melindungiku dari berbuat kesalahan atau dijerumuskan orang lain untuk melakukan kesalahan.

“Aduh, sandalku tinggal satu yang kiri,” ucapku sesudah melihat ke sekeliling rak. Aku berupaya tabah. Mungkin ditukar dengan tidak sengaja. Bukan masalah. Supaya kakiku aman, terpaksa kupakai sandal yang tersisa. Kaki kiri bersandal new era warna merah, sedang kaki kanan beralas swallow warna ungu.

Sandal tertukar justru membuatku bersemangat pergi ke masjid lagi. Rabu Pon sekira jam 04.00 aku segera bangun dari tidur. Aku ucapkan segala puji bagi Allah yang telah memberikan kesehatan pada jasadku, dan mengembalikan ruhku kepadaku, serta mengizinkanku untuk berzikir kepada Allah. Lalu aku masuk WC mendahulukan kaki kiri seraya berdoa. Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari segala dan sebab kejahatan.

Aku keluar rumah selepas dandan sekaligus bertawakal. Tiada daya dan upaya kecuali karena pertolongan Allah. Sandal berbeda merk kutaruh di tempat semula. Kaki kanan kudahulukan kala menapaki anak tangga serambi masjid. Usai jamaah dan menyimak kuliah subuh, kulangkahkan kaki keluar dari masjid. Dengan nama Allah, semoga salawat dan salam terlimpahkan kepada Rasulullah. Sementara mataku mengamati sekitar. Spontan aku bergumam, “Ya Allah engkau telah mengembalikan sandalku.”

Kamis Wage istriku berkata, “Kok sudah kembali sandalnya.” Aku pun menjawab, “Segala puji bagi Allah, Yang memberi sandal ini kepadaku dan memberikan rezeki berupa sandal ini tanpa daya dan kekuatan dariku.”

Alhasil aku mendapat pelajaran yang berharga. Aku tidak lagi gusar akibat sandal tertukar. Yang membuatku gusar manakala sepasang sandalku, tidak pernah sekalipun mengalasi kakiku untuk memakmurkan masjid.

*Warga Takerharjo Solokuro Lamongan

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here