Cermin Diri# :195: Buka Bersama ala Pemuda dan Nasyi’atul Aisyiyah

0
301
Foto Pemuda dan NA Takerharjo diambil dari dokumen pribadi

KLIKMU.CO

Oleh: Mushlihin*

Pemuda Muhammadiyah dan NA Takerharjo Solokuro Lamongan sungguh harmonis. Mereka pada hari Ahad 02052021 bertepatan 20 Ramadan 1442 mengundang sekretaris PRM untuk Ngaji dan berbuka serta salat magrib ala Pemuda Muhammadiyah bareng Nasyiatul Aisyiyah. Tempatnya musala Al Ilham MIM Takerharjo. Pesertanya seratusan anggota angkatan muda Muhammadiyah.

Ketua Pemuda Adnan Qohar menyatakan bahwa event ini sebagai gebrakan 100 hari kepemimpinannya. Kegiatan lain selama Ramadan diantaranya piket keamanan masjid, tarawih, menyiapkan tadarus, memperingati Nuzulul Quran dan kerja bakti menata lapangan idul fitri.

Sementara ketua NA Annik Zuliyanah mengungkapkan maksud dan tujuan bukber supaya mempererat silaturahmi pemuda dan NA serta menjalin kerjasama dalam bidang sosial kemasyarakatan.

Selanjutnya sekretaris PRM menyampaikan surat edaran menteri agama nomor 3 tahun 2021. Isinya meliputi, umat Islam wajib puasa kecuali yang berhalangan syar’i. Anjuran bukber tanpa kerumunan. Pengajian paling lama 15 menit. Menerapkan prokes ketat. Penceramah harus menjaga ukhuwah, tidak mempertentangkan khilafiyah, berdakwah dengan tepat dan bijak.

Lagian PRM mengajak muda-mudi agar menjadi warga yang berkemajuan. Karakteristiknya yaitu memfungsikan masjid atau musala sebagai pusat kegiatan masyarakat, pelayanan sosial dan ibadah. Muda-mudi pun harus berpendidikan tinggi, memiliki usaha ekonomi, sehat, harmonis dan peduli. Selain itu kita mesti sadar hukum dan politik. Bahkan kita kudu menciptakan seni budaya yang islami serta memanfaatkan teknologi informasi untuk kemakmuran.

Terutama Pimpinan Ranting Pemuda Muhammadiyah dan Nasyiatul Aisyiyah sepatutnya bersumber alias bertindak sesuai Alquran. Kita bergerak dinamis menuju kehidupan yang lebih baik, berorientasi tajdid dan mempunyai arah yang jelas. Kita juga suka berilmu, memelihara keutuhan bangsa, moderat dan toleran. Lebih dari itu kita mampu melawan korupsi, tanggap bencana, mengatasi krisis air atau energi dan wajib melek teknologi.

Walhasil muda-mudi selayaknya menjauhi sejauh-jauhnya larangan. Dengan kata lain sedapat mungkin melakukan satu perbuatan yang telah diperintahkan Allah dan Rasulullah. Misalnya buka bersama seraya bermasker tanpa berkerumun alias Bukber Mastarum.

Azan magrib berkumandang. Kami segera berdoa. “Semoga haus lenyap, urat-urat segar dan tetap berpahala, insyaallah.” Sesudah itu kami makan kurma, ote-ote, gimbal tempe, semangka dan minum air suci. Sehingga kami tetap dalam keadaan baik.

Akhirnya kami berwudlu dan salat jamaah magrib. Setelah salat bakdiah, kami menyantap sepiring soto Lamongan buatan tangan NA sekaligus foto gaya bebas. Kami sangat bergembira.

“NA telah menyiapkan seratusan menu. Dananya dari pemuda. Berdasarkan jumlah piring yang terpakai, lebih dari 100 peserta yang ikut Ngaji dan bukber serta jamaah magrib. Kami amat senang dan berterima kasih serta ingin mengulangi keharmonisan itu lagi” Papar lulusan UMM tersebut.

*Pimpinan Ranting Muhammadiyah Takerharjo

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here