Cermin Diri #2: Saya suka “Mbah”

0
171

KLIKMU.CO

Oleh: Mushlihin*

 

Mbah atau nenek bin opah binti mbok alias grandma duduk termangu di atas bangku kayu usai jamaah shubuh. Di tengah kesendiriannya ia dihampiri salah seorang cucu. Tak sengaja ia menceritakan perjalanan hidup yang pilu dan berliku.

Mbah Kasih biasa cucunya memanggilnya, adalah anak bungsu dari lima bersaudara. Ia dimanja oleh orangtuanya. Sehingga membuat iri saudara laki-lakinya. Akibatnya mereka jarang bertegur sapa sampai meninggal dunia.

Mbah waktu beranjak gadis. Ia menikah dengan seorang pria yang agamis. Perkawinannya melahirkan 6 anak yang manis-manis. Namun suaminya telah wafat karena penyakit kronis.

Setelah itu mbah menikah lagi dengan perjaka gagah perkasa muda belia. Rumah tangganya gagal mewujudkan keluarga sakinah. Makanya keduanya memilih berpisah.

Putri pertama berangsur remaja. Sebagai kembang desa. Banyak para kumbang alias pria tampan menghampirinya. Sayangnya tak berlangsung lama dan kandas untuk yang kedua kalinya.

Sementara putra keduanya saat dewasa tak mau mengakui sebagai ibunya. Entah apa sebabnya. Ia sangat kecewa dan tersiksa hingga berlinang air mata.

Sedangkan anak perempuannya yang ketiga, lebih mencintai harta. Ketika diberi hibah, kurang puas dengan keputusan dan pemberian mbah. Dia menuntutnya dan terpaksa saudara perempuannya mengurangi bagiannya agar rukun dan mesra.

Adapun buah hatinya yang kelima dipondokkan. Ia berharap jadi orang beriman dan panutan serta imam. Cita-citanya terhenti di tengah jalan dan tinggal angan-angan. Karena dia terkena bujuk rayu wanita idaman. Hubungannya dengan menantu hingga kini pun belum aman. Bahkan tak sudi datang walau lebaran.

Kemudian anak perawan yang kelima, hanya lulusan Madrasah Tsanawiyah. Dia dipersunting pemuda dari keluarga sulit ekonominya. Suaminya harus meninggalkannya guna mencari nafkah di negara Qatar dan Malaysia dengan penuh derita.

Selanjutnya putri bungsunya yang keenam, orangnya agak kaku dan kasar dalam ucapan. Seringkali terjadi pertengkaran. Lantaran salah paham dan kurang pengertian. Supaya mereka tidak saling bermusuhan, mbah tak meladeni bibit permasalahan berjam-jam atau lebih baik diam.

Semua hambatan di atas yang mendera keluarganya dihadapi dengan tabah. Al hamdulillah sedikit demi sedikit sirna. Anak pertama mendapatkan jodoh yang sholeh. Anak kedua berubah jadi paling sayang sama ibu. Anak ketiga menjadi orang paling dermawan dan disukai banyak orang. Anak keempat dan istri berubah jadi keluarga sakinah, hormat pada ibu serta rajin mengunjunginya. Anak kelima jadi orang kaya raya. Dan anak keenam berubah jadi paling sopan dan lembut hatinya.

Kini diusianya yang semakin lanjut, tak ada lagi sahabatnya yang berumur panjang sepertinya. Bahkan menantunya telah mendahuluinya. Mbah masih menampakkan aura kecantikannya. Kelihatan awet muda dari usianya dan sehat wal afiat serta bahagia.

Yang terpenting adalah inner beauty, yakni kecantikan dari dalam. Ia rajin menjaga kebersihan. Ia rutin menyapu halaman dan jalanan. Tak kenal hadis “an nadhafatu minal iman”, tapi ia justru mempraktekannya. Oleh karena itu 6 cucunya menjadi ahli kesehatan dan bekerja pada rumah sakit, puskesmas, dan klinik ternama.

Selain itu juga gemar menanam pohon produktif misalnya pepaya, mangga dan pisang. Beliau seakan tahu pentingnya makanan halal dan menyegarkan, baik untuk badan maupun pikiran. Terbukti kebanyakan cucunya menjadi tenaga kependidikan baik pemerintah atau yayasan.

Lebih dari itu, saat bercerita ia sedang berpuasa sunnah. Ia juga aktif shalat jamaah. Kadang jalan kaki dan sering ikut cucu atau putrinya. Ternyata kebiasaannya berimbas pada anak, cucu, dan cicitnya. Mereka menjadi ahli ibadah.

Kehidupan mbah total dipersembahkan hanya kepada Allah SWT:
‘ Katakanlah, sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidup dan matiku hanyalah untuk Allah pemelihara alam semesta”.(QS. Al An’am/6:162).

Akhirnya terima kasih atas pelajarannya yang sangat berharga, dan saya tambah suka sama mbah, gumam cucunya.

*Aktivis Muda Muhammadiyah Takerharjo Solokuro Lamongan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here