Cermin Diri #212: Demam Usai Kurban

0
383
Foto diambil dari dokumen pribadi penulis

KLIKMU CO-

Oleh : Mushlihin*

Saya bersama 80 panitia kurban menyembelih 9 sapi dan 139 kambing pada idul adha 1442. Hewan tersebut diperoleh dari 14 RT Dusun Takeran. Penyembelihan dipusatkan di balai desa baik dari Muhammadiyah maupun NU. Biarpun mereka memiliki masjid dan madrasah sendiri-sendiri. Kami bahu-membahu menguliti, membersihkan dan mencacah atau mencecang daging kecil-kecil. Kami bekerja mulai pukul 07.00-19.00. Lalu kami mendistribusikan daging ke 1397 warga. Seluruhnya memperoleh 3 kg.

Esoknya saya mengalami beberapa gejala. Saya demam, hidung tersumbat, sakit kepala, batuk kering, bersin, pilek, kelelahan, dan sesak napas. Untungnya saya tidak sakit tenggorokan, nyeri otot, diare, mual dan muntah. Lagian saya masih peka bau dan rasa.

Saya segera berobat ke sepupu yang merupakan nakes di Balai Pengobatan Muhammadiyah Solokuro. Ia menggunakan oximeter dan Omron. Kadar oksigen saya 92 sedang tekanan darah 135. Saya disarankan minum pil Calortusin, Floxifar dan Biropyron. Saya juga dianjurkan isolasi mandiri atau komunal untuk sementara waktu.

Selanjutnya saya disemangati. Covid 19 bukan penyakit yang memalukan, tetapi penyakit yang harus kita lawan bersama. Patuhi protokolnya, memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan, menghindari kerumunan dan mengurangi aktivitas di luar. Saya baru menyadari. Saya lalai membuka masker pas makan bersama panitia lainnya. Padahal keluarga mewanti-wanti agar makan di rumah.

Maka dari itu saya salat dengan khusyuk. Saya melamakan sujud. Sebab mengurangi hidung yang tersumbat dan sakit kepala. Apalagi Nabi membolehkannya bila ada keperluan khusus atau uzur. Yakni ketika Hasan dan Husain menaiki punggung beliau.

Lagipula saya memperbanyak membaca Alquran. Alquran merupakan sumber kesehatan (17:82; 41:44). Pilek terobati. Nafas pun agak panjang. Membaca Alquran juga merupakan obat tidur yang mujarab. Maksudnya saat saya susah memejamkan mata, maka saya murajaah dan zikir. Akhirnya terlelap.

Tatkala terjaga, hidung saya tersumbat lagi. Saya masak air. Setelah air mendidih, saya manfaatkan untuk menguapi hidung. Keringat bercucuran. Kemudian saya mandi dengan air hangat. Alhamdulillah saya berangsur-angsur sehat wal afiat. Justru saya diminta orang untuk mengumumkan melalui corong masjid, dua warga yang meninggal dunia. Hasil laboratorium Negatif atau Tidak Terdeteksi menunjukkan tidak ditemukan material genetik SARS-CoV-2.

Mushlihin, sekretaris PRM Takerharjo Solokuro Lamongan

Berita sebelumyaWarga Tak Punya NIK Bisa Ikut Vaksinasi
Berita berikutnyaCermin Diri #211: BERBUNGA-BUNGA
Ferry Yudi AS. Asli arek Suroboyo, gemar berpetualang dan mencari hal hal yang baru dan penuh tantangan. Pria yang suka makan sate dan gule ini selain menjadi Wapemred KLIKMU CO- juga sebagai Ketua Majelis pelayanan sosial Muhammadiyah Surabaya, Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Pemuda Muhammadiyah Jawa Timur, Ketua Ranting Muhammadiyah Jajartunggal, Wakil Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah Wiyung, Direktur KLIK JODOH MU dan juga Founder sekaligus Owner dari MUST B TRAINING

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here