Cermin Diri #22: Guru Yang Dirindu

0
181
Foto pak guru diambil dari dokumen pribadi mushlihin

KLIKMU.CO

Oleh: Mushlihin*

Semenjak digulirkan Surat Keputusan Tunjangan Profesi Pendidik plus impassing pada oknum tampan bergelar sarjana pendidikan ini menjadikan bahan gunjingan rekannya. Dikarenakan tidak seberapa memuaskan kinerjanya. Tatkala dilaksanakan penilaian kinerja, sering berharap tim penilai tidak menjalankan tugas semestinya. Berbagai doa ia panjatkan dan ditujukan padanya. Sehingga bukti fisik abal-abal atau copas yang dibuatnya dalam sistem kebut semalam tak diketahui kekurangannya. Anehnya ia malah bangga dan menepuk dada.

Atas berkat rahmat Allah yang maha kuasa, mindset alias pola pikirnya yang salah berubah. Artinya walaupun lelaki yang nama lengkapnya satu suku kata dan kualifikasi pendidikannya S-1 serta belum mengembangkan ke pascasarjana. Tapi dia telah memiliki sertifikat pendidik yang linier dengan ijazah dan pelajaran yang diampu.

Kemudian meski keterlibatannya dalam menyusun Kurikulum Satuan Pendidikan hanya sebagai anggota. Cuma lumayan golongan 3c ini melakukan analisis standar kompetensi, kompetensi inti dan kompetensi dalam tim sekolah. Juga mau menyusun silabus dengan cara adaptasi diberi muatan nilai karakter. Adapula komponen identitas sekolah, SK, KI, KD, indikator, materi pelajaran, kegiatan pembelajaran, jenis penilaian, alokasi waktu dan sumber belajar.

Jurusan bahasa ini pun memiliki kalender pendidikan sekolah yang berlaku pada tahun ajaran berjalan secara rinci dan lengkap. Terdapat rincian hari efektif dan tatap muka.

Penata muda ini juga menyusun prota sesuai mapel secara rinci dan distribusi waktu dalam setahun. Lalu promes yang ada uraian rancangan pelaksanaan penilaian dan distribusi waktu dalam satu semester.

Disamping itu guru sertifikasi ini menyusun kreteria ketuntasan minimal dalam tim dengan menganalisis kompleksitas, daya dukung dan intake secara obyektif berdasarkan data yang benar. Pun menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran bersama.

Adapun langkahnya meliputi pendahuluan, kegiatan inti, dan kegiatan penutup. Semua mengacu 100% skenario pembelajaran yang telah ditetapkan dalam RPP. Langkah pendahuluan diisi doa, juz amma, lagu Indonesia Raya, mempersiapkan siswa, memotivasi, menunjukkan fakta, bertanya, menyampaikan tujuan dan topik materi. Langkah kegiatan inti menggunakan metode yang tepat, pendekatan yang sesuai, mengkolaburasi siswa, teknik bertanya, mengoperasionalkan media dan peraga serta memecahkan masalah. Langkah kegiatan penutup membuat kesimpulan, review, tugas dan tindak lanjut. Setelah itu menuliskan jurnal kelas yang memuat no, hari, tanggal, jam, materi, target kurikulum, daya serap, pemberian tugas dan catatan siswa lengkap.

Pendidik yang rajin ini tak lupa menyusun program penilaian pengetahuan, ketrampilan, tengah dan akhir semester. Naskah soal dilengkapi dengan kisi-kisi, kartu, kunci dan pedoman penilaian sesuai kaidah. Hasil ulangan diserahkan pada siswa disertai komentar dan tanggapan walinya.

Berikutnya sang guru melaksanakan analisis ketuntasan belajar, perbaikan dan pengayaan. Seluruhnya diarsip secara periodik.

Dalam rangka pengembangan profesinya ia operasikan laptop dan browsing internet, serta ikut diklat. Akibatnya pak guru bisa membuat karya inovatif dan publikasi ilmiah online.

Atas dasar itu dan kehadiran rata-rata 96% ia diberi tugas tambahan. Membina kegiatan pembiasaan penguatan pendidikan karakter. Contohnya pramuka, pondok ramadan, LDKMS dan PHBN. Lebih dari itu yang membahagiakan adalah tunjangan profesi pendidik semakin berkah. Unggul itu pasti yang menjadi visi sekolahnya bukan isapan jempol belaka.

Maka jadilah ia seorang guru yang hadirnya ditunggu. Hilangnya dirindu. Ilmunya diburu. Nasehatnya diguguh. Tingkah lakunya ditiru. I love you.

*Penulis tinggal di Takerharjo Solokuro dan guru SMP Karanggeneng Lamongan.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here