Cermin Diri #26: 11 Persembahan Berharga Untuk Ibu di Awal Tahun 2019

0
325
Foto ibu yang meneteskan airmata diambil dari Islampos

KLIKMU.CO

Oleh: Mushlihin*

SempatĀ  aku memeras otak. Kira-kira apakah yang bisa dan pantasĀ  kuhadiahkan dalam rangka memperingati hari ibu yang jatuh pada ( 22/12) tahun lalu? Apakah kue, pakaian, uang, perhiasan atau sekedar ucapan selamat dan ambil alih pekerjaanya serta berbuat baik padanya.

Merupakan rezeki yang tiada disangka bagiku telah menemukan sebuah buku menapak jejak Amin Rais persembahan seorang putri untuk ayah tercinta karya Hanum Salsabiela Rais. Mereka berdua mampu menggelitik pikiranku. Jadi tak sabar aku melahap isi buku. Ternyata luar biasa pelajaran berharga yang aku terima.

Lalu kuambil pena dan menuliskannya agar ilmu yang bermanfaat itu tak sirna. Sayang kalau dilewatkan begitu saja dan tidak disebarkan lewat media.

Sedikitnya ada sebelas mutiara yang bisa kurogoh darinya:

Pertama, jagalah dirimu dan keluargamu dari api neraka. Keluarga adalah pilar utama sebuah negara. Ia akan kuat jika dipimpin oleh pribadi yang berhasil dalam keluarganya. Bapak Amin, contoh sosok kepala keluarga sakinah yang sangat menyayangi anak dan istri. Seperti diungkapkan putrinya, “kedua orang tuaku menganggap kami anak-anaknya adalah keajaiban dari Allah setelah 10 tahun tanpa keturunan dalam pernikahan. Untuk itu bapak selalu menjemput ibu dan kami dari rumah sakit bersalin dengan setelan jas lengkap berdasi sebagaimana menyambut tamu agung”.

Kedua, mulailah membaca dan memulainya dengan menyebut nama Rabbmu yang menciptakan semua makhluk. Waktu senggang amat berharga untuk membaca. Meski di tengah perjalanan sempatkan diri membaca. Selalu selipkan buku baru atau Al Quran kecil di kendaraan.

Ketiga, selesaikan sekolah maupun kuliah pada waktunya. Bapak ibu pasti senang dan akan menyempatkan hadir saat wisuda biarpun sibuk sekali.

Keempat, jadilah pemimpin yang adil. Berinteraksilah dengan masyarakat kebanyakan. Dengarkan keluh kesah dan harapannya. Kemudian berusaha mencari solusi yang baik untuk bangsa. Cinta negara bagian dari iman.

Kelima, hormati ibumu yang memberikan kekuatan batin dalam mengambil keputusan penting. Termasuk menolak tawaran menjadi pejabat yang zalim. Patuhi perintah dan nasihat ibu jika bepergian. Kecuali yang bertentangan syariat Islam.

Keenam, walau berseberangan pandangan politik, hubungan harus tetap baik. Pilah mana persoalan pribadi dan mana persoalan prinsip.

Ketujuh, tunaikanlah salat dan jangan lupa bersedekah. Dalam keadaan sempit maupun lapang. Ontime and anytime.

Kedelapan, buatlah hidup lebih dinamis. Ibarat jarum super. Jarang di rumah suka pergi. Asal untuk bermaslahat dengan umat di luar sana.

Kesembilan, teruslah berkarya di manapun di bumi Allah.

Kesepuluh, jangan silau dengan kekuasaan.

Kesebelas, selalulah berijtihad sepanjang hidup. Bila benar akan mendapatkan dua pahala. Andaikan salah tidak percuma, karena masih dapat satu pahala.

Demikian semoga bermanfaat dan selamat hari ibu.

*Tinggal di Takerharjo Solokuro dan guru smp Karanggeneng Lamongan serta alumni UIN Malang dan UMM.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here