Cermin Diri #28: Persetubuhan Terlarang

0
531
Foto sepasang babi diambil dari tour touring

KLIKMU.CO

Oleh: Mushlihin*

Alhamdulillah aku dipercaya mewakili sambutan keluarga pengantin pria. Yakni Rifqi yang mempersunting Rizki putri kembar bapak guru. Dalam acara walimatul ursy yang dihadiri ratusan tamu undangan dari keempat mempelai. Kesempatan emas itu kumanfaatkan untuk menyampaikan dakwah bi lisan. Sekaligus aku dapat pengetahuan bahwa anak kembar itu tidak sekedar sama rupa dan dilahirkan bersama, tapi akad nikahpun bersama. Akupun berkelakar semoga para suami alias menantu tidak salah kamar. Hadirin tertawa dengan lebar.

Esoknya aku memperoleh undangan serupa. Atas pernikahan Fithri di Resort. Pesta berjalan sangat meriah, mewah dan menelan ratusan juta rupiah serta diikuti sanak saudara hingga dari luar kota. Mereka mencoba menggoda mempelai wanita, bagaimana rasanya malam pertama? Kedua pengantin wajahnya merona. Kebahagiaannya tak bisa dijelaskan dengan kata-kata.

Lusa tambah istimewa. Sebab aku diajak mendampingi pengantin yang keduanya hafal al Quran. Wajahnya pada hari itu penuh kenikmatan. Serasa mereka berada di dalam surga yang tinggi. Tidak terdengar perkataan yang sia-sia.

Sebaliknya sepekan kemudian, ngeri sekali mendengar anak bawang yang bercerita tengah malam. Bahwa beberapa gadis direnggut keprawanan sampai hamil. Lalu menyeruak tayangan televisi tentang penangkapan prostitusi artis dan mucikari serta buaya daratnya dari pejabat.

Selanjutnya aku jadi teringat dan makin tercengang ketika membaca koran. Menurut Dahlan Iskan tercatat 2.200 perkawinan sejenis di Taiwan. Lesbi 1.700 dan gay alias homoseks 500. Mereka juga mendesak pemerintah setempat agar disahkan oleh undang-undang. Lésbian ialah wanita yang mencintai atau merasakan rangsangan seksual sesama jenisnya. Sedangkan homoseks adalah hubungan seks pria dengan pria.

Pernikahan dalam hukum agama dan negara seharusnya antara lawan jenis. Usia ideal menikah yaitu pria 25 tahun dan wanita 21 tahun. Sebab sudah siap secara biologis, psikologis dan ekonomi. Pernikahan dini tidak dianjurkan, apalagi seks pranikah, lesbi serta gay. Karena merupakan perbuatan sangat keji dan seburuk-buruk gaya hidup. Survey menunjukkan bahwa pernikahan yang mengabaikan atau melanggar aturan, rentan terhadap kanker diusia 40 tahunan.

Bahkan Allah berfirman

Dan (ingatlah) ketika Luth berkata kepada kaumnya, “Kamu benar-benar melakukan perbuatan yang sangat keji (homoseksual) yang belum pernah dilakukan oleh seorang pun dari umat-umat sebelum kamu.
Apakah pantas kamu mendatangi laki-laki, menyamun dan mengerjakan kemungkaran di tempat-tempat pertemuanmu?” Maka jawaban kaumnya tidak lain hanya mengatakan, “Datangkanlah kepada kami azab Allah, jika engkau termasuk orang-orang yang benar.”
Dia (Luth) berdoa, “Ya Tuhanku, tolonglah aku (dengan menimpakan azab) atas golongan yang berbuat kerusakan, maksiat dengan melakukan sodomi”, (QS. Al Ankabut 28-30).

Sebenarnya masih banyak ayat tentang kisah Nabi Luth. Yang tinggal di kota Sodom Yordania. Kaumnya melakukan perkawinan sejenis (liwat). Mereka dibinasakan dengan letusan yang dahsyat. Gempa yang menjungkirbalikkan negeri sehingga semua tertimbun. Dihujani dengan batu dari tanah yang dibakar sehingga mereka punah. (Baca kamus ilmu al Quran hal 166).

Ancaman tersebut tak dihiraukan. Azab tak membuat kapok. Justeru manusia sekarang lebih hina dari binatang. Lantaran bangga berani beda dengan norma agama. Didengungkan istilah viral LGBT. Singkatan dari Lesbian Gay Biseksual Transeksual.
Sebelumnya aku sempat terkecoh dengan guyonan peserta ujian cpns bulan lalu. Ia bilang pendaftar dari LGBT tempat testnya di UNISDA (Universitas Darul Ulum Lamongan).

Ah masa sih ! Jangan berang dulu. Maksudnya pendaftar asal Lamongan, Gresik, Bojonegoro Tuban dipendekkan menjadi LGBT. Ada-ada saja! Semestinya istilah tersebut ditenggelamkan dan diubah menjadi bahasa yang bermakna.

*PRM Takerharjo dan mengajar di smp Karanggeneng Lamongan serta alumni UIN & UMM.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here