Cermin Diri #3: Jadikan Shalat dan Sabar Sebagai Penolongmu

0
580
Foto siswa siswi pondok ramadhan smp negeri 16 surabaya diambil dari dokumen pribadi denpeyi

KLIKMU.CO

Oleh : Mushlihin*

 

Suatu hari seorang ibu mertua menggerutu melihat aksi menantunya, mengajak anak semata wayangnya salat jamaah tanpa memaksa. Sehingga si anak tak bergeming dari keengganannya mendirikan salat jamaah.

Esoknya, sang ayah berupaya membangunkan tidur anaknya dengan menepuk kakinya. Ia terbangun, dan bilang masih ngantuk. Namun buah hatinya bergegas wudlu, lalu salat sendirian ruboh gedang (tanpa tumakninah).

Lusanya, saat anak asyik main handphone sambil nonton tv. ayah mengajak jamaah tiada henti. Putranya memohon sebentar lagi, nanti saya akan jamaah sama ibu di rumah.

Seminggu kemudian, anak dibujuk kesekian kali salat jamaah, ketika main bola. Meski agak kecewa, ia mau jamaah ke masjid. Syaratnya dibelikan makanan kesukaanya.

Sebulan berikutnya, tatkala anak mau makan, adzan berkumandang. Segera ayah menyarankan salat jamaah dulu. Anak meronta, karena lapar perutnya.

Nenek yang sedang menyiapkan makan di dapur, yang pada mulanya kurang setuju cara ayah tidak tegas mendidik anak, akhirnya ikut menasehatkan supaya salat jamaah pada cucunya. Sebab makanannya juga belum matang. Mendengar hal itu anak pergi jamaah ke masjid seperti biasanya.

Setahun berlalu, sang ibu pun turut membantu menyiapkan peralatan salat jamaah baik anak maupun suaminya. Dipilihkan pakaian terbaik sesuai perintah Allah dan Rasulullah.

Kini anak terbiasa salat wajib sehari 5 kali. Kadang berjamaah di rumah dan masjid serta musholla. Atau kalau kurang enak badan terpaksa salat sendirian.

Selain itu sekarang mampu mempengaruhi sepupunya ikut salat jamaah. Bilamana mereka berada di rumahnya.

Bahkan idul fitri kemarin, ketika bersilaturrahmi bersama teman sekelasnya ke bapak ibu guru, bertepatan salat isya. Ia spontan menggiring mereka jamaah di masjid desa. Al hamdulillah luar biasa!

Jadi diperlukan kesabaran dalam berbuat kebajikan. Allah berfirman: “Siapa yang datang dengan membawa kebaikan, maka dia akan mendapat pahala yang lebih baik daripada kebaikannya itu …(QS. Al Qashash 28; 84).

Apalagi kebaikan itu buat anak, istri, dan famili. Khususnya dalam hal salat.

Salat yang dilakukan secara intensif akan mendidik dan melatih seseorang menjadi tenang dalam menghadapi kesusahan dan tidak bersikap kikir saat mendapat nikmat dari Allah. (Baca QS. Al Ma·arij/ 70 ; 19-23).

Memang sabar dan salat keduanya sungguh berat. Kecuali orang yang tunduk hatinya kepada Allah. (Lihat QS. Albaqarah/2; 45).

Akan tetapi kita harus saling mengingatkan dalam kebaikan walaupun masih banyak kekurangan.

*Aktivis Muda Muhammadiyah Takerharjo Solokuro Lamongan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here