Cermin diri #30: Tantangan Pengajian

0
187
Foto seorang pelajar sedang mengaji di anak tangga diambil oleh zahwa

KLIKMU.CO

Oleh: Mushlihin*

Dalam rapat takmir masjid aku ditugasi mengisi pengajian pimpinan dan anggota serta kuliah subuh. Kepercayaan tersebut tak aku lewatkan. Mengingat isi surat al imron ayat 104.

وَلْتَكُنْ مِنْكُمْ أُمَّةٌ يَدْعُونَ إِلَى الْخَيْرِ وَيَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ ۚ وَأُولَٰئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ

Dan hendaklah di antara kamu ada segolongan orang yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh (berbuat) yang makruf, dan mencegah dari yang mungkar. Dan mereka itulah orang-orang yang beruntung”.

Awalnya sangat memikat. Karena para jamaah juga cukup semangat. Apalagi disediakan jajan alias berkat.

Pertengahan tahun aku kuwalahan mengisi pengajian. Yang merupakan syarat pendirian organisasi masyarakat tingkat ranting. Sekaligus sebagai gerakan memakmurkan tempat ibadah. Lalu aku minta bantuan teman. Ada yang lulusan pesantren. Adapula sarjana agama, pendidikan dan doctoral. Secara istikamah kuhubungi mereka bila gilirannya tiba.

Namun tantangannya seolah hilang satu tumbuh seribu. Sebagaimana kejadian yang kubaca dalam grup kajian Himpunan Putusan Tarjih yang ditulis seseorang berikut ini.

Tempatnya jauh, kau mengeluh..
Tempatnya dekat, kau tak berangkat …

Ada jadwal pagi, kau minta petang…
Dipindah petang, kau lelah baru pulang…

Ngaji di hari biasa, kau bilang sibuk kerja….
Ngaji di akhir pekan, kau bilang bentrok banyak undangan dan urusan…

Kelas sudah berjalan, kau tanya kapan lagi pendaftaran….
Di buka pendaftaran baru, kau bilang nanti dulu.. masih atur waktu…

Belajar Tajwid kau bilang susah…
Baca Quran tidak bertajwid kau anggap tidak sah…

Disuruh menghafal, kau bilang memberatkan…
Tak ada hafalan, kau bilang kurang tantangan…

Ustadz lulusan pesantren, kau anggap gak keren…
Ustadz lulusan perguruan tinggi, kau bilang tidak cocok ngajar ngaji…

Ustadz ngajarnya serius, kau bilang bikin bete…
Ustadz ngajarnya santai, kau bilang kurang oke…

Makhraj kurang tepat, kau minta dikoreksi….
Sering dikoreksi, kau kapok tak mau lagi mengaji…

Yaa Rabbana…
Semoga kita istiqamah dalam segala hal… Termasuk mengaji. Aamiin..

Camkan sekali lagi saudaraku. NGAJI itu penting ….. bukan yang penting NGAJI. Agar kita memperoleh pencerahan dan keberuntungan. Jangan kau cari beragam alasan atas kemalasanmu kawan!

*PRM Takerharjo Solokuro Lamongan dan guru SMP Karanggeneng Lamongan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here