Cermin Diri #31: Penulis Idola

0
114
Foto cover buku karya hanum rais diambil dari perpustakaan sekolah mts Muhammadiyah 7 takeran

KLIKMU.CO

Oleh: Mushlihin

Entah mengapa aku sangat suka membaca profil seorang penulis. Sudah barang tentu beserta karya terbaiknya. Huruf demi huruf, kata demi kata, kalimat demi kalimat, paragraf demi paragraf. Kadang kubaca berulang-ulang walau sudah khatam. Terutama penulis yang ada semacam ikatan batin denganku.

Lalu kutiru gaya tulisannya. Kujadikan rujukan untuk memperkuat ideku. Atau aku kutip dalam setiap goresan penaku. Agar tulisan enak dibaca dan perlu. Namun kita dilarang keras mengutip dan menjiplak tanpa seizin penerbit.

Beberapa penulis buku idola tersebut antara lain: Pertama Hanum Salsabiela Rais. Anak ke-2 dari lima putra putri pasangan Amin Rais dan Kusnariyati Sri Rahayu. Lahir di Yogyakarta 12 April 1981. Pendidikan dasar dan menengah di sekolah Muhammadiyah. Kemudian kuliah di UGM dan lulus sebagai dokter gigi. Sejak umur 17 tahun, sudah menjadi presenter televisi. Pada tahun 2008 hijrah ke Austria sebagai jurnalis di kawasan Eropa. Tahun 2010 menulis buku “Menapak Jejak Amien Rais” yang diterbitkan ESENSI Erlangga. Prosesnya mengetengahkan aneka macam ekspresi wajah. Tertawa bahagia, marah, sedih dan galau. Buku ini kutemukan di pojok baca sekolah saat menjaga ujian dan langsung membuatku keranjingan sampai kubawa pulang.

Kedua Eidelweis Elmira. Penulis buku janji suci yang berkisah nyata ragam elegi romantis, dramatis, dan juga manis. Buku ini merupakan sumbangan lulusan MA Muhammadiyah 8 Takerharjo sebagai kenang-kenangan yang selama ini kudidik karakternya dengan karakter.

Ketiga A. Fuadi. Lahir 1972 di Bayur Danau Maninjau kampung Buya Hamka. Lulusan Gontor yang diajari ustad yang diberkahi keikhlasan dan “mantra” kuat, man jadda wajada, siapa yang bersungguh-sungguh akan sukses. Setelah lulus UNPAD jadi wartawan. Penulis trilogi Negeri 5 Menara dan 131 Pintu Cahaya dari Timur yang merupakan kumpulan pusaka motivasional, telah berkelana ke 36 negara gratis lantaran beasiswa. Sementara aku yang cuma dapat ADB Loan 2001-2003 di UMM saja sudah amat bahagia.

Keempat Drs. Ahsin W. Al-Hafidz, MA. Kelahiran Bantul 23 Juli 1957. Dosen UNSIQ Wonosobo. Di antara karyanya adalah Kamus Ilmu Al Quran. Sebagai rujukan ke arah terbukanya informasi dan wawasan untuk siapa saja, apalagi masyarakat awam. Termasuk aku bila kesulitan memahami istilah dan konsep yang dikandung oleh Al Quran.

Kelima Abdul Munir Mulkhan. Penyusun buku Masalah-masalah teologi dan fiqih dalam tarjih Muhammadiyah. Kubeli tahun 1996 seharga 19.500 rupiah saat kuliah di Malang. Namun hingga kini masih berguna.

Keenam M. Quraish Shihab. Bukunya menjelaskan Islam secara sederhana dan mengena. Dari sisi fiqih Imam Syafi’i, dari sisi akidah Imam Asy’ari, dan dari sisi akhlak Imam Ghazaly. Lalu uraiannya tak panjang sehingga membosankan, tapi juga tidak terlalu singkat sehingga menimbulkan dahaga. Harapannya tanpa menyinggung aneka pendapat yang dapat membingungkan, terhindar dari kekeliruan dan kesalahpahaman. Makanya langsung kubeli secara online.

Ketujuh Syekh Muhammad Nawawi Al Bantani. Syarah Nashaihul Ibad adalah karyanya. Sebagai pegangan terpenting untuk mengetahui bagaimana mencari keridhaan Allah. Kudapatkan saat wisata religi ke Walisongo di Gresik senilai 7500 rupiah. Biar murah, kaya akan makna.

Kedelapan Ida S. Widayati. Dosen ITB ini sangat “concern” terhadap dunia pendidikan dan pengasuhan anak (parenting). Buku tulisannya memberi pencerahan bagi para orangtua maupun guru. Tak hanya menyuguhkan cerita yang menggugah, bukunya menampilkan juga tips praktis. Beruntung sekali aku dipinjami muridku yang diberi langsung olehnya atas resensinya.

Kesembilan Ahmad Hatta. Penyusun Tafsir Qur’an Per Kata dilengkapi dengan asbabun nuzul dan terjemah. Dengan tulus kami beli di Lamongan tahun 2010. Semoga dapat dijadikan sumber hidayah dan pembimbing dalam meraih kesuksesan dan kebahagiaan di dunia dan akhirat. Dan semoga Allah melimpahkan rahmat, maghfirah dan inayah kepada kita semua.

Kesepuluh M. Husnaini. Penulis buku motivasi Islam. Pendiri komunitas Sahabat Pena Nusantara dan Aku Bisa Menulis. Sekaligus peserta didikku yang inspiratif dan kudambakan. Senang rasanya aku dipercaya memberikan endorsemen tokoh atas bukunya “Menemukan Bahagia” (2013). Lugas dan bikin ketagihan untuk membaca. Tanpa canggung aku telah belajar menjadi penulis padanya. Hasilnya nyata. Aku dihadiahi beberapa buku. Terus memperkenalkanku pada sahabat menulis dan media massa.

Selain itu aku tidak boleh menutup mata atas karya dari pribadi pembelajar pejuang literasi pemula. Yang tergabung dalam berbagai komunitas. Misalnya keluarga KBM cah ndeso yang otentik dan asyik.

*PRM Takerharjo Solokuro dan guru SMP Karanggeneng Lamongan serta alumni uin & umm.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here