Cermin Diri #33: Supaya Anak Patuh Orangtua

0
595
Anak hobi ngaji disimak sepupu. Dari dokumen Mushlihin

KLIKMU.CO

Oleh: Mushlihin*

Anda resah terhadap anak, siswa atau orang terdekat tak menuruti saran kita. Bahkan cenderung ” ngeyel” alias selalu membantah. Cara yang sering kami lakukan yaitu ikuti keinginan baiknya secara bersyarat. Simak kisah nyata selengkapnya.

Bocil tertidur pulas walau ada seruan adzan “as shalatu khairum minan naum”. Nenek, ibu dan ayah juga tak berhasil membangunkan. Sambil setengah sadar anak usia 10 tahun berucap “badanku pegal dan kelelahan”. Anak dengan manja ingin dibopong. Mereka pun memakluminya karena sore itu latihan kepanduan. Sambil dipijit dan dibelai mesra diiringi doa, anak membuka matanya yang bagaikan “ndamar kanginan”. Lalu ambil wudlu dan salat serta bergegas ngaji subuh tanpa paksaan.

Kemudian hendak berangkat sekolah, anak mengeluh akan tugas yang dibebankan pembina ekstra sekolahnya. Yakni membawa cobek dan uleg serta sayur untuk praktek membuat kuah asem kesukaannya. “Jangan khawatir akan saya ajari dengan syarat mau sarapan pagi” rayu ibunya. Anak yang asalnya tidak punya nafsu makan jadi suka makanan buatan ibunya.

Setelah itu siswa kelas lima ini ingin punya kostum Persela dan mengajak main sepak bola ayahnya. Beliau meladeninya tentu dengan syarat buah hatinya segera membersihkan diri, mandi dan gosok gigi. Ia setuju dan menganggukkan kepala.

Pulang sekolah belahan jiwanya ingin nonton televisi. Tapi remote tak bisa dipakai. Ia menghampiri paman agar secepatnya diperbaiki. Saudara ayah menyanggupinya dengan syarat anak sudi berlatih pidato untuk kultum seminggu lagi.
Anak ambil teks dan membaca cukup fasih. “Assalamualaikum warahmatullahi wabarakaatuh. Alhamdulillah wa shalatu wa salamu ‘ala rasulillah. Amma bakdu. Hadirin yang kami muliakan. Pertama segala puji bagi Allah yang telah melimpahkan nikmat yang banyak kepada kita sehingga bisa bersua dalam suasana bahagia. Kedua semoga shalawat dan salam tercurah pada Rasulullah Muhammad SAW. Ketiga saya akan berpidato dengan judul “jagalah kebersihan”. Allah berfirman dalam surat al mudatsir ayat empat yang berbunyi: “wa tsiyaabaka fa tahhir”. Artinya dan bersihkanlah pakaianmu”. Oleh karena itu jangan biarkan baju, celana, sepatu kotor. Cuci dengan bersih dan kasih pewangi serta seterika dengan rapi. Bersih pangkal sehat. Sehat itu nikmat dan mahal harganya. Demikian semoga bermanfaat. Terima kasih atas perhatiannya. Wal afwu minkum. Wassalamualaikum warahmatullahi wa barakatuh.

Asar hampir tiba, anak yang tampan itu meminjam handphone bibinya. Seorang ustadzah Taman Pendidikan Al Quran di desanya. Ia juga mensyaratkan belajar ngaji dan terjemah lafdhiyah.
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ
قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ
Katakanlah (Muhammad), “Dialah Allah, Yang Maha Esa.
اللَّهُ الصَّمَدُ
Allah tempat meminta segala sesuatu.
لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ
(Allah) tidak beranak dan tidak pula diperanakkan.
وَلَمْ يَكُنْ لَهُ كُفُوًا أَحَدٌ
Dan tidak ada sesuatu yang setara dengan Dia.”

Permasalahan berikutnya, anak kecanduan game online. Matanya merah kena radiasi. Perlu penanganan dokter. Biayanya tidak murah dan harus antre lama. Saran guru privat dengan bijak, boleh main gawai, asal beralih pada game yang mendidik. Utamanya pembelajaran aktif, kreatif dan menyenangkan. Ia bengong dan sepakat, meski beli aplikasi yang mahal sekali. Demi kebaikan diri sendiri dan menunjang prestasi semua mesti dijalani.

Akhirnya anak terbiasa ibadah, bersuci, belajar pidato, elektro, masak dan hafalan serta olahraga. Orangtuanya turut bangga. Mudah – mudahan menjadi anak saleh yang berguna bagi bangsa dan negara.

Jadi mendidik karakter mulia ternyata bisa dengan cara memenuhi kebutuhan bersyarat mulia pula. Maksudnya, menuruti kemauan belahan jiwa bersyarat memiliki manfaat ganda. Anak tidak kecewa dan orangtua tidak merana. Silakan dicoba !

*PRM Takerharjo Solokuro dan guru smp Karanggeneng Lamongan. Juga alumni UIN serta UMM. Anggota KBM Bojonegoro.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here