Cermin Diri #34: Sabbihis

0
306
Foto orang shalat berjamaah diambil oleh Mushlihin

KLIKMU.CO

Oleh: Mushlihin*

Seorang makmum penasaran. Dari belia sampai dewasa, yang dipilih sang imam waktu jumatan mesti surat sabbihis. Pikirannya berkecamuk, apa memang tidak hafal surat lainnya, ataukah ada tuntunannya?

Anda benar, kala Rasulullah mengimami salat id yang dibaca adalah surat al A’laa. Artinya Yang Maha Tinggi. Terdiri 19 ayat. Yakni diawali dengan kata sabbihis. Kini kerap diikuti para imam di beberapa masjid.

Secara umum isinya, kita diperintahkan mensucikan Allah dari sifat yang tidak layak. Dengan cara membaca tasbih. Misalnya subhanallah sebanyak 33 kali sesuai dengan ruas jari tangan kanan. Setiap dzikir sesudah salat. Menurut Abu Dawud, ruas tersebut akan ditanya dan bisa dijadikan berbicara pada hari kiamat.

Mengapa kita bertasbih? Sebab Allah menjadikan makhluk seimbang semua bagian-bagiannya dan tidak pincang alias sempurna. Dan yang menentukan apa yang dikehendaki serta memberi petunjuk. Manakah amal kebaikan dan amal keburukan. Allah jua yang menumbuhkan tumbuhan seperti rumput nan hijau dan mengeringkan hingga kehitam-hitaman. Walau kita tidak menanam dan menjemurnya.

Selain itu agar kita tidak membaca Al Quran dengan tergesa-gesa. Ataupun terlalu keras. Sehingga tak gampang lupa alias pikun. Karena Allah mengetahui perkataan dan perbuatan yang terang-terangan maupun tersembunyi. Juga akan memudahkan kita menempuh agama Islam.

Di samping itu berikanlah peringatan beramal saleh dengan sabar, lantaran akan bermanfaat bagi orang yang takut kepada Allah. Sedang orang kafir dan celaka akan menjauhinya. Bahkan menentang dan mengecam. Dicap radikal dan dipidanakan sebagai ujaran kebencian. Maka mereka akan dimasukkan api yang besar. Lalu tidak mati dan tidak hidup tenang.

Selanjutnya sungguh beruntunglah yang membersihkan diri dengan cara beriman. Mengerjakan salat lima waktu berjamaah tepat waktu. Khasiatnya sangat jitu. Subuh menambah rezeki. Duhur memperbaiki sistem pencernaan. Asar menyehatkan prostat dan rahim. Magrib terhindar dari gangguan. Isya anti galau. Tahajud alam (karir) bersinar.

Tetapi sayang ada yang lebih mengutamakan kehidupan duniawi yang penuh tipu daya dan kesenangan sesaat daripada ukhrawi. Demi kekuasaan, pekerjaan, harta dan anak, menjadi enggan ibadah. Padahal kehidupan akhirat lebih baik dan kekal. Sebagaimana yang terdapat dalam kitab terdahulu. Suhuf Ibrahim dan Musa sebelum al Quran turun.

Semoga kita tergolong orang yang selalu bertasbih, baca Al Quran, pemberi peringatan, mendirikan salat, dan lebih mementingkan akhirat.

*PRM Takerharjo Solokuro. Guru SMP Karanggeneng Lamongan. Alumni UIN dan UMM. Anggota KBM Bojonegoro.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here