Cermin Diri #35: Budaya yang Tak Boleh Punah

0
226
Foto pendekar Tapak Suci Putra Muhammadiyah cilik diambil oleh Mushlihin

KLIKMU.CO

Oleh : Mushlihin*

Pikiran, adat, dan kebiasaan merupakan di antara pengertian budaya. Pikiran yang mencerahkan harus dikembangkan. Adat yang sesuai syariat perlu dirawat. Kebiasaan yang menguntungkan mesti dilestarikan. Tegasnya ada budaya yang tak boleh punah dari para pemuda.

Pertama budaya sehat. Biasakan bangun dini hari. Ambil wudlu lalu tahajud hingga subuh. Dijamin sehat rohani dan jasmani. Sebaliknya kalau tidur melulu, memicu penyakit kambuh. Misalnya maag, penyebab utamanya yaitu usai makan langsung tidur-tiduran. Enggan gerak badan. Berteriak-teriak minta layanan makanan dan minuman. Akibatnya pencernaan tak berfungsi secara teratur. Makanan tak bisa dilumat dengan sempurna. Camkan ya sobat, jaga sehat sebelum sakit!

Kedua budaya bersih. Rapikan tempat tidur. Sapu lantai dan pekarangan. Cuci peralatan makan dan pakaian. Mandi dan gosok gigi tiga kali sehari. Ketahuilah kasur yang berantakan mengganggu pemandangan dan disenangi kuman serta mengurangi kemesraan. Lingkungan kotor pekerjaan tambah molor. Tumpukan cucian menandakan kemalasan dan dijadikan sarang demam yang mematikan. Jarang mandi berpengaruh terhadap kesucian. Sementara hunian jorok dijauhi teman dan pelanggan.

Ketiga budaya baca. Sebagai modal mengingat, memahami, menerapkan, menganalisis, menilai dan mengkreasi serta supaya tidak asal komentar berapi-api tanpa bukti. Sekali lagi sempatkan baca walau sesaat dan seayat. Agar dapat syafaat. Tanpanya prestasi tak bakal diraih. Gampang diperdayai, dikibuli dan dikuasai. Maka bacalah !

Keempat budaya kerja. Manusia dalam kerugian jika menjadi pengangguran. Hanya melihat rekan sibuk bekerja. Uniknya uang tak punya tapi nongkrong di warung tak pernah alpa. Seyogyanya kerjakan amal saleh semampu kita. Secara ihlas dan niati ibadah. Insyaallah rezeki melimpah dan berkah. Bukankah pendapatan dan gaji yang menentramkan hati ialah hasil usaha sendiri?

Kelima budaya malu. Malu tidak bergaya hidup sehat. Malu tak berperan aktif menjaga kebersihan. Malu malas membaca. Malu selalu salah dalam bekerja. Malu terekam CCTV saat mencuri. Malu tak berpakaian salat dengan baik. Malu sandal tak ditata dan parkiran acakadut. Malu tak peduli dompet dhuafa. Malu usir anak yang masuk di musalla.

Apabila budaya di atas diabaikan khususnya pemuda milenial, maka tunggulah kehancurannya. Lantaran kesehatan mahal harganya. Kebersihan adalah bagian dari iman. Membaca membuka cakrawala dunia. Kerja keras kunci keberhasilan. Malu bertanya sesat di jalan. Sedangkan kita paham pemuda memiliki peran dominan dalam kebudayaan. Guna bela diri, agama dan negara.

*PRM Takerharjo Solokuro. Guru SMP Karanggeneng Lamongan. Alumni UIN dan UMM. Anggota KBM Bojonegoro.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here