Cermin Diri #45: Melancong Ke Negeri Jiran

0
177
Foto di bawah gedung petronas diambil oleh Mushlihin

KLIKMU.CO

Oleh : Mushlihin*

Terbelalak mataku saat mendarat di Kuala Lumpur International Airport. Disingkat KLIA. Besar, bersih dan bestari.

Menurut wikipedia, stasiun klia2 ERL adalah stasiun di Express Rail Link yang melayani klia2. Terminal angkutan murah di Bandara Internasional Kuala Lumpur, Malaysia. Mulai beroperasi pada 1 Mei 2014 bersamaan dengan pembukaan klia2. Stasiun ini terletak di Level 2 di kompleks Gateway @ klia2.

Takjub juga pada malam hari aku dibawa ke Menara kembar Petronas KLCC. Kuala Lumpur City Center. Multiguna. Ada taman, tower, aquaria, air menari, restaurant dan pusat perbelanjaan.

Salah satunya adalah ISetan. Anda pasti tercengang. Namanya sangat seram. Padahal isinya minyak wangi kekinian.

Aku juga berkenalan dengan gadis asing saat nonton air menari.
“Where are you come from? I am from Maroko.
And you?
I am from Indonesia.
Are you moslem?
Sure.
Gadis Maroko itu seketika berucap assalamu’alaikum”. Damai hati ini.

Kemudian khutbah jumat Bahasa Inggris baru kali ini kudengar. Bertempat di masjid kampus. Islamic International University Malaysia. Jamaahnya kebanyakan profesor. Biarpun masih muda. Didirikan tahun 1983 oleh kerajaan. Disponsori Organisasi Konferensi Islam.

Jalan Hujan Emas pun sempat menggelitikku. Kubaca saat berlalu lintas. Andaikata itu benar pasti sengsara. Buat apa kaya tapi luka-luka. Maka hujan air adalah yang terbaik untuk alam raya.

Mirip tetangga desaku. Yakni desa Banjarmadu. Lantas anda anggap bergelimang madu. Tidak. Hanyalah sebuah nama. Jadi tak usah kuatir disengat lebah.

Sunway Lagoon juga kuabadikan di kamera. Ketika mengunjungi paman tengah malam. Gedung bertingkat tinggi gemerlapan. Kedai buka 24 jam. Dipenuhi orang asing dan wisatawan.

Belanja di Mydin menjadi pilihan. Beragam coklat terpampang. Lezatnya tak karuan. Harganya terjangkau semua lapisan. Cocok buat ole-ole di kampung halaman.

Setelah itu salat. Di Masjid Negara yang free wifi.Turis non muslim dijilbabi. Semoga nanti menjadi mualaf sejati.

All you need to know. Tanpa disadari sudah lima hari. Berkeliling kota pagi siang sampai malam hari. Keluarga telah menanti.

Segeralah memasuki perlepasan (departure). Diantar relawan Katam. Seluruh barang diperiksa. Sabuk, jam, gawai, dan sepatu hak tinggi dilucuti. Dilarang bawa minuman. Rokok juga diharamkan.

Tepat pukul dua siang pesawat terbang tinggi. Buang air kecil silih berganti. Tiba giliranku, cuaca buruk menyelimuti. Awak kabin menandai. Bahwa lavatory tak bisa digunakan lagi.

Aku panik. Pintu toilet lupa kukunci. Ditambah kran tak fungsi. Kuputar tombolnya kuat sekali. Lepas dan menggelinding ke lantai. Terus masuk lubang pembuangan tahi. Segera kuambil dan kuusap dengan tisu hingga bersih.

Selanjutnya aku keluar dari lavatory. Penumpang yang melihatku geli. Hi: kata seru untuk menyatakan jijik atau ngeri. Ia berbisik padaku di telinga kiri. Hati-hati lain kali. Kran bukan diputar. Tapi ditekan kayak gini. Aku merasa dipecundangi.

Demikian ceritaku yang berakhir sedih. Pada waktu rekreasi ke luar negeri. Mudah-mudahan menginspirasi. Setidaknya sebagai tambahan informasi.

*PRM Takerharjo Solokuro. Guru SMP Karanggeneng Lamongan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here