Cermin Diri #46: Hero itu Dihormati dan Dikagumi

0
293
Foto Bapak Pendidikan Ki Hajar Dewantoro diambil dari google

KLIKMU.CO

Oleh: Mushlihin*

Pantang bagi diriku. Terlambat datang mendidik murid-muridku. Yang berparas tampan-tampan dan ayu-ayu. Mereka juga patuh. Pada bapak maupun ibu guru.

Namun minggu itu kuterlena. Baca berita di sosial media. Tanpa menghiraukan jam yang ada.

Ternyata sudah pukul tujuh. Aku buru-buru mandi dan pakai baju. Lalu salat duha. Terus makan roti keju. Menghargai masakan ibu.

Sampai di madrasah pukul 7.20. Akibatnya aku dicap korupsi waktu. Adapula yang menyebutku curang. Hingga makan gaji buta dan riba. Salah satu usaha mencari rezeki dengan cara yang tidak benar dan dibenci Allah.

Kusadari kekhilafanku. Sehingga saat ada undangan ngaji jelang Ramadan oleh Pimpinan Daerah organisasi kemasyarakatan aku kesampingkan. Demi mengutamakan pembelajaran. Walaupun tinggal dua siswi. Sebab para siswa ikut lomba futsal tingkat kecamatan.

Parahnya lagi dua siswi tersebut menghendaki pulang. Maka aku mencari metode belajar yang menyenangkan.

Task 8. Listen to the following song. While listening, fill in the gaps with the words that you hear in the song.

Judul lagunya Hero. By Mariah Carey. Kami terbuai. Lamat-lamat bibir tergerak mendendangkannya.

Rupanya rasa ingin tahu makna hero kian membuncah. Kubuka kamus android. Hasilnya, hero berarti orang yang dihormati. Karena keberanian dan pribadi yang mulia.

Umpama berani mengatakan yang benar walau pahit rasanya.Tentu dengan cara yang bijaksana. Tanpa menghardik, melecehkan dan kekerasan. Bak pahlawan.

Hero didefenisikan pula sebagai orang yang dikagumi. Lantaran kecakapan, prestasi, atau idola.

Aku berhasrat mengejewantahkannya. Tetapi menjadi guru penyandang gelar pahlawan tanda jasa tidaklah mudah. Apalagi dihormati dan dikagumi. Tanpa dilandasi kedisiplinan, semangat dan kesabaran.

Disiplin waktu adalah kunci kesuksesan. Sementara budaya mengulur waktu awal kehancuran. Alhasil waktu bagaikan pedang. Bisa untuk menumpas kejahatan. Namun bisa jadi senjata makan tuan.

Semangat harus membara. Biarpun muridnya limit. Berkebutuhan khusus. Penyandang disabilitas istilah populernya. Tidak pernah luruh lantaran kurang pujian.

Terakhir sabar. Tahan menghadapi cobaan. Tidak lekas marah, putus asa, alias patah hati. Tabah. Tenang. Tidak tergesa-gesa. Tidak terburu nafsu.

Akhirul kalam, jangan harap bisa menjadi pahlawan. Bahkan malahan dipermainkan oleh bawahan. Bila kelakuan dan ucapan tak sopan. Tak bisa dijadikan teladan. Ing ngarso sung tulodho. Meminjam istilah Ki Hajar Dewantoro. Sang bapak pendidikan.

*PRM Takerharjo Solokuro. Guru SMP Karanggeneng Lamongan. Anggota KBM Bojonegoro.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here