Cermin Diri #48: Puasa Hidung

0
201
Ilustrasi diambil dari Republika

KLIKMU.CO

Oleh: Mushlihin*

Selagi kita berpuasa, tidak elok menghisap air ke hidung. Apalagi menghisap rokok tambah diharamkan. Mengamalkan hadis riwayat Daulabi. “Bilamana kamu berwudlu, maka keraskanlah dalam berkumur dan menghisap air di hidung, selagi kamu tidak berpuasa.

Juga diperkuat hadis riwayat Tirmidzi, “Sampaikan (ke dalam-dalam) pada saat menghisap air kecuali kamu sedang berpuasa.”

Padahal menghisap air ke hidung sampai ke dalam secara sempurna merupakan pembiasaan sebagian orang. Lantaran dapat mengurangi bersin yang sering dialami. Entah di dalam maupun di luar rumah. Baik ketika siang, malam atau bangun pagi.

Di bulan suci ini mari kita berbagi. Mengenali berbagai hal yang menyebabkan bersin-bersin.

Bersin adalah keluar udara dengan tiba-tiba dari hidung dan mulut karena tidak tertahan. Seperti waktu terserang pilek, tercium bau yang menusuk hidung, kena debu, masuk angin dan makan minum dari refrigerator.

Penyebab lain dari bersin yaitu alergi, infeksi, iritasi, parfum, asap, stres, cuaca, perubahan hormonal, obat-obatan, olahraga, sinar matahari, polip hidung, kondisi neorologis, paparan klorin pada air kolom renang, tembakau dan kokain hirup.

Uniknya lagi adapula pasangan sejoli, mesti bersin usai mandi. Khususnya setelah hubungan suami istri.

Sternutasi atau bersin adakalanya melegakan. Sebab merupakan cara tubuh untuk menghilangkan iritasi dari hidung atau tenggorokan. Juga sebagai pengusiran 100.000 bakteri sekali hentakan ke udara secara paksa dan kuat serta berkecepatan 160 km/jam.

Bagaimanapun bersin yang tiada henti, rasanya sakit sekali. Membuyarkan konsentrasi. Mengagetkan tidur bayi. Mengganggu tetangga sebelah depan, belakang, kanan dan kiri. Oleh karena itu hendaklah segera dicegah dan diobati dengan cara berikut ini :

Pertama. sedapat mungkin ke dokter jika terserang pilek. Ialah sakit (demam) dengan banyak mengeluarkan ingus. Biasanya disertai batuk-batuk kecil. Khususnya musim hujan. Sebaiknya jua lindungi tubuh Anda dengan alat yang nyaman.

Kedua. jauhi bau yang menyengat hidung. Misalnya gorengan, asap dan ikan asin. Tahan diri untuk tidak mengkonsumsinya bila kekebalan tubuh melemah.

Ketiga kurangi penggunaan AC dan kipas angin. Apalagi besar levelnya dan langsung menerpa muka. Utamanya hidung, saat tidur malam hari.

Keempat bersihkan debu di sekitar kita. Pakailah masker secara benar dan sehat. Yakni kain penutup mulut dan hidung semisal yang dikenakan paramedis.

Kelima minum es sekedarnya. Jangan berlebih-lebihan. Baik es doger, es krim, maupun es puter. Selain itu batasi ambil makanan dari kulkas. Dengan kata lain budayakan minum air hangat dan makanan yang masih segar.

Keenam baca doa ketika bersin. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Apabila seseorang di antara kalian bersin, hendaknya mengucapkan:
الْحَمْدُ لِلَّهِ
Segala puji bagi Allah

Sementara yang mendengar, hendaknya mengucapkan:
يَرْحَمُكَ اللهُ
Semoga Allah memberi rahmat kepadaMu

Kemudian balas dengan mengucapkan:
يَهْدِيْكُمُ اللهُ وَيُصْلِحُ بَالَكُمْ.
Semoga Allah memberi petunjuk kepadamu dan memperbaiki keadaanmu.” Meskipun yang bersin non muslim.

Di samping itu tidak benar dan cuma mitos, bahwa jantung Anda berhenti ketika bersin. Kontraksi dada akibat gejala ini menyebabkan aliran darah mengerut, sehingga irama jantung akan berubah. Tetapi bukan berarti jantung berhenti.

Mudah-mudahan manfaat. Lebih dari itu dengan puasa hidung, kita tambah sehat.

*PRM Takerharjo Solokuro. Guru SMP Karanggeneng Lamongan. Alumni UIN dan UMM. Anggota KBM Bojonegoro.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here