Cermin Diri #54: Pelit

0
810
Foto panitia zakat desa takerharjo diambil oleh Mushlihin

KLIKMU.CO

Oleh: Mushlihin*

Anak umur sebelas tahun pulang tadarus. Ia dititipi surat edaran oleh ustad. Dari Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) tingkat kecamatan. Agar disampaikan pada ibunya.

“Apa yang kamu bawa anakku?” tanya ibu menyelidik.

“Surat Edaran bayar zakat, infaq, dan sedekah,” jawab anak itu.

“Kemarin sudah dibayar, bukan? Lagian pemerintah kok turut campur. Awas kalau diselewengkan,” ibunya memprotes.

“Jangan pelit-pelit ibuku sayang. Perintah zakat itu ada di 82 ayat Alquran. Harta yang tidak dizakati akan disetrikakan ke wajah, punggung dan perut. Bahkan dalam hadis dirupakan ular besar yang makan mpunya,” balas si anak.

Komentar polos mumayiz sangat menohok nurani. Serta merta kami salurkan sedekah makanan takjil dan sahur untuk kesekian kali. Lalu infaq pada pengemis, musalla dan masjid. Pun mengeluarkan penghasilan tetap setahun x 2,5 %.

Kecuali uang sogokan, tidak akan kami bayarkan. Kendatipun dirasani banyak orang. Dirayu dan dibujuk supaya tunjangan dapat dicairkan. Karena rezeki di tangan Tuhan.

Sedangkan sebelumnya kami telah membaca kitab suci yang berbunyi:

وَلَا يَحۡسَبَنَّ ٱلَّذِينَ يَبۡخَلُونَ بِمَآ ءَاتَىٰهُمُ ٱللَّهُ مِن فَضۡلِهِۦ هُوَ خَيۡرٗا لَّهُمۖ بَلۡ هُوَ شَرّٞ لَّهُمۡۖ سَيُطَوَّقُونَ مَا بَخِلُواْ بِهِۦ يَوۡمَ ٱلۡقِيَٰمَةِۗ وَلِلَّهِ مِيرَٰثُ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلۡأَرۡضِۗ وَٱللَّهُ بِمَا تَعۡمَلُونَ خَبِيرٞ
Dan jangan sekali-kali orang-orang yang kikir dengan apa yang diberikan Allah kepada mereka dari karunia-Nya mengira bahwa (kikir) itu baik bagi mereka, padahal (kikir) itu buruk bagi mereka. Apa (harta) yang mereka kikirkan itu akan dikalungkan (di lehernya) pada hari Kiamat. Milik Allah-lah warisan (apa yang ada) di langit dan di bumi. Allah Mahateliti apa yang kamu kerjakan. (Surat Ali ‘Imran ayat 180).

Pernah pula kami mendengar orang bijak berkata: “Barangsiapa yang pelit, maka musuhnyalah yang akan mewarisi hartanya.”

Namun dalil di atas, belum mampu menggetarkan kalbu. Justru lewat perantara anak yang belum balig, kami tersadar.

Terimakasih anakku. Ya Allah aku berlindung kepada Engkau dari sifat pelit bin kikir alias bakhil.

*PRM Takerharjo Solokuro Lamongan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here