Cermin Diri #57: Malaikat Bersalawat

0
194
Foto Ilustrasi diambil dari Instagram

KLIKMU.CO

Oleh: Mushlihin*

Tanggal dua Syawal seorang suami bangun dari tidur. Berniat makan sahur. Sekedar minum air putih dan melahap nasi bubur. Lauknya sebutir telur. Namun tetap merasa syukur.

Sekitar jam delapan sang istri menghidangkan sarapan. Sekaligus menghormati tamu yang berlebaran. Sehingga suami ikut makan. Berdasarkan hadis Aisyah berbuka puasa sunnah kapan saja anda berkehendak diperkenankan.

Pada suatu hari Rasulullah bertanya kepada Aisyah. “Apakah kalian punya sesuatu untuk dimakan?” Aisyah menjawab, “kami tidak mempunyai makanan.” Lalu Rasulullah berkata, “kalau begitu saya puasa saja.” Kemudian Rasulullah keluar. Ada pengunjung membawa hadiah. Kue hais. Ketika Rasulullah pulang, beliau memintanya dan dimakan.

Esoknya tanggal tiga, suami berniat puasa lagi mengejar keutamaan. Sore hari ia diundang perjamuan makan. Dalam acara pinangan. Saudara sepupu perempuan. Di desa seberang.

Tuan rumah memaksa mencicipi hidangan. Prasmanan. Dengan berbagai dalil sesuai pemahaman. Suami tidak mempan. Oleh bujuk rayu agar membatalkan keyakinan.

Suami kukuh, bila malaikat selalu bersalawat atas orang yang berpuasa. Sebagaimana dari Umi Umarah binti Ka’ab bahwa Nabi pernah mendatanginya. Lalu Umi meminta makanan untuk dihidangkan kepada beliau. Maka Nabi bersabda kepadanya. “Silakan engkau juga makan.” Umi menjawab, “saya berpuasa.” Kemudian Nabi bersabda, “sesungguhnya orang berpuasa apabila ada perjamuan makan padanya, maka malaikat akan memberi salawat kepadanya sampai perjamuan tersebut selesai.”

Tanggal lima suami diamanati sambutan. Penyerahan pengantin lelaki pada mempelai perempuan. Para tamu sebagian berpuasa dan sebagian lainnya meneguk minuman.

Suami lantas menjelaskan. An Nasai dalam riwayatnya bahwa Rasulullah bersabda: Sesungguhnya puasa sunnah itu seperti seseorang yang mengeluarkan hartanya untuk bersedekah. Jika ia berkehendak bisa melanjutkannya. Dan jika tidak berkehendak, maka menahannya.

Dari kejadian di atas, silakan pilih. Yang menurut anda sesuai. Tanpa berselisih. Sebab perselisihan menambah dosa dan menjerumuskan ke dalam api neraka. Puasanya pun cuma memperoleh lapar dan dahaga belaka. Sebaliknya puasa yang sungguh-sungguh meninggalkan perbuatan dosa dan maksiat serta terefleksikan dalam tingkah laku nyata, maka malaikat selalu bersalawat atasnya.

*Penulis buku Guru yang dirindu penerbit Istambul Pebruari 2019

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here