Cermin Diri #59: Mu’ti yang Digandrungi

0
137
Foto diambil dari dokumen pribadi penulis

KLIKMU.CO

Oleh: Mushlihin*

Tahukah kamu Sekretaris Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah periode 2015-2020? Ya siapalagi kalau bukan Dr.H.Abdul Mu’ti,M.Ed. Biasanya lebih akrab dipanggil pak Mu’ti.

Saban pria asal Kudus ini isi pengajian, hampir selalu digandrungi. Baik di Kecamatan, Kabupaten, maupun Propinsi. Ceramahnya pas di hati. Mustamiin enggan untuk diakhiri. Biarpun cukup lama berdiri.

Semisal yang berada di UMLA (Universitas Muhammadiyah Lamongan). Pemilik tahi lalat di pipi tersebut menerangkan tentang kecurangan dalam pemilu serentak tahun 2019. Benar-benar masif, terstruktur dan sistemik (mts). Celakanya masyarakat adem ayem. Sebagian orang saja yang mendemo.

Namun tragis, berlangsung ricuh. Belasan korban terjatuh. Diplomat dari negara sahabat merasa pilu. Berharap pak Mu’ti mengambil langkah jitu.

Mereka mengakui peran Muhammadiyah untuk negeri. Terbukti sejumlah kader dan tokohnya diberi gelar pahlawan. Di antara yang suami istri cuma dua. Yakni Dahlan-Walidah dan Teuku Umar-Cut Nyak Din.

Adapula Kasman Singodimejo. Gelar pahlawan tertunda gara-gara terduga ikut demo atau makar. Lalu insiyur Juanda. Perdana Menteri yang sudi menjadi Guru Muhammadiyah saat purna. Begitu pula Bung Tomo.

Kehebatan Indonesia menurut lelaki kelahiran 2 September 1968, adalah tidak terpecah. Biarpun bersuku-suku. Ada Janda (Jawa Sunda), Baja (Batak Jawa). Tidak rasisme. Berbahasa satu, Bahasa Indonesia.

Berbeda dengan Philipina, tidak punya bahasa nasional. Demikian jua Afghanistan. Penduduknya 95% muslim. Madzhab Hanafi. Tapi kisruh dan miskin.

Alumni IAIN Semarang tersebut menyentil. “Jika miskin mengadulah pada Alllah. Jangan mengadu pada orang. Nanti ditawari kredit.” Hadirin terbahak.

Selanjutnya lulusan S2 di Flinders University, South Australia tahun 1996 berujar. “Dalam waktu dekat akan dibangun Unmuh di Malaysia. Ketepatan mendikbud keturunan orang Sulawesi. Sultan Johor pun mulanya nolak, lantaran dianggap Wahabi. Kini menyetujui. Setelah ia diketahui pengagum HAMKA. Kesempatan itu dimanfaatkan pak Mu’ti untuk membeberkan bahwa Hamka adalah orang Muhammadiyah.”

Sosok yang pernah menjabat sebagai Sekretaris PWM Jateng periode 2000-2002, mengapresiasi temuan bahwa Gajah Mada asli Lamongan. Sebagaimana disinggung sang Bupati. Sehingga wajar saja warga Lamongan mampu mendirikan Taman Pendidikan Alquran di antara gedung bertingkat di Malaysia. Memang benar, sebab kami pernah diundang ke Kuala Lumpur oleh KATAM (Komunitas Takerharjo Muhammadiyah).

Orator yang fasih berbahasa asing tersebut berpesan. “Jadilah problem solver. Bukan problem maker. Ngomong yang baik. Atau diam. Ia mencontohkan Musa yang berwatak keras laiknya FPI, tidak menggunakan kekerasan melawan Firaun. Musa paham, Firaun hanya bisa dilumpuhkan dengan kata lembut (laiyin).

Selain itu ada qaul saqila. Ucapan berbobot. Mengkritik dengan majaz. Bodoh dengan afala takqilun. Terus qaul sadida, bertutur yang benar. Lebih baik dari sedekah tapi meledek. Kemudian qaul karima. Diterapkan AR Fachrudin kala bertemu Pak Harto. “Muhammadiyah mau membangun, barangkali bapak mau nyumbang!”

Salah satu Advisor di The British Council London ini sangat menghargai sikap pak Amien, Prabowo, Sandi dan pendukungnya legowo menyelesaikan sengketa Pemilu lewat Mahkamah Konstitusi. Cara terakhir dan bersifat mengikat.

Kendatipun dicaci sebagai pimpinan yang lemot dan lembek. Pak Mu’ti bersyukur, terhindar dari ikatan fulusiyah dan maaliyah. Alias politik uang. Masuknya bener dan semoga keluar tidak keblinger.

 

*Kepala SMP Muhammadiyah 5 Karanggeneng Lamongan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here