Cermin Diri #6: Politik yang Ku Anut

0
301
Foto logo parpol diambil dari google

KLIKMU.CO

Oleh: Mushlihin*

Po·li·tik mempunyai beberapa pengertian. Pertama, pengetahuan mengenai ketatanegaraan atau kenegaraan seperti tata sistem dan dasar pemerintahan. Kedua, segala urusan dan tindakan (kebijakan, siasat) mengenai pemerintahan negara atau terhadap negara lain. Ketiga, cara bertindak dalam menghadapi atau menangani suatu masalah.

Jenis politik bermacam-macam. (1) Politik air hangat, yakni politik kebijakan yang dianut Rusia yang mencerminkan usaha mencari pelabuhan bebas es sepanjang tahun; (2) Politik bahasa nasional, artinya kebijakan nasional yang berisi perencanaan, pengarahan, dan ketentuan yang dapat dipakai sebagai dasar bagi pengolahan keseluruhan masalah bahasa; (3) Politik buka keran, maksudnya kebijaksanaan untuk menyediakan segala kebutuhan hidup sebanyak-banyaknya; (4) Politik burung unta, yaitu hal tindakan dengan sengaja dan menutup mata terhadap bahaya atau masalah yang mungkin ada; (5) Politik dagang, ialah hal-hal yang berhubungan dengan pemerintahan, lembaga dan proses politik yg berlaku dalam perdagangan, baik dalam negeri maupun luar negeri, berdasarkan undang-undang yang berlaku; (6) Politik dagang sapi, adalah tawar-menawar antara beberapa partai politik dalam menyusun suatu kabinet koalisi; (7) Politik fiskal, sama dengan tindakan atau kebijakan pemerintah di pusat dan di daerah yang berhubungan dengan masalah perpajakan; (8) Politik imperialisme, merupakan politik luar negeri yang bertujuan menambah kekuasaan dengan menyentuh esensi hubungan kekuasaan yang ada atau mengubah status kekuasaan yang ada; (9) Politik kampung, dalam artian daya upaya mencapai tujuan dengan sasaran masyarakat di kampung-kampung; (10) Politik moneter, tindakan atau kebijakan yang diambil oleh pemerintah yang berhubungan dengan masalah keuangan negara, seperti tindakan mengadakan devaluasi; (11) Politik nasional asas, haluan, usaha, tindakan serta kebijakan tindakan negara tentang pembinaan serta penggunaan secara menyeluruh potensi nasional, baik yang potensial maupun yang efektif, untuk tujuan nasional; (12) Politik pemisahan, maknanya politik yang jelas melakukan pemisahan rasial dan ditegaskan dengan undang-undang; (13) Politik pintu terbuka, politik yang membolehkan penanaman modal asing di dalam negeri.

Sejak kecil saya ber·po·li·tik. Saya menjalankan (menganut paham) politik orangtua. Tanpa mengetahui visi, misi, tujuan dan programnya. Jadi partai politik yang saya anut sama dengan orangtua. Entah benar atau salah. Bahkan waktu coblosan saya ikut ke bilik suara.

Saat remaja saya ikut serta dalam urusan politik. Awalnya saya diajak nonton kampanye. Menjelang pemilu yang diselenggarakan partai politik tertentu. Di sebuah dusun, desa, kecamatan dan kabupaten/kota. Oleh beberapa teman seperjuangan. Kampanye kudengarkan dan kuikuti yang baik-baik saja.

Usia 17 tahun saya bisa memilih partai politik. Pilihan saya berlandaskan pengaruh para guru dan tokoh agama. Selain itu saya ditunjuk menjadi saksi dalam pemilu. Ada kejadian lucu. Ketika bertugas, pria paruh baya menghampiriku. Ia ingin menikahkan putrinya denganku. Tentu saja aku tersipu dan galau.

Masa pemilu berikutnya, saya disuruh sebagai pembawa acara. Dalam kampanye partai yang berpihak pada nilai agama. Sesuai saran dari pemuka agama. Saya tak mampu menghindarinya.

Di era reformasi, saya dimasukkan menjadi pengurus sebuah partai. Rapat koordinasi dan konsolidasi hampir diadakan tiap hari. Biaya transportasi dan akomodasi ditanggung sendiri. Ditanamkan sikap hanya memberi tak harap kembali.

Namun sesekali saya diberi seragam, berkat, tas, baju dan uang oleh pimpinan di atasnya. Utamanya menjelang hari raya dan pemungutan suara. Bila calon legeslatif dan kepala daerah dermawan atau banyak harta.

Di samping itu saya pernah diajukan sebagai panitia pemungutan suara. Kerja pagi, siang, malam di balai desa. Berkorban pikiran, harta, waktu dan tenaga. Manakala ada kesalahan kadang dibentak oleh pejabat di atasnya. Padahal imbalan dan penghargaannya tak seberapa. Itulah suka dukanya.

Setelah saya menjadi aparatur negara, sesuai undang-undang tidak boleh aktif dalam partai sebagai pengurus atau anggota. Hanya sekedar simpatisan saja.

Meski tidak terlibat politik praktis, tetapi saya berupaya menambah pengetahuan ketatanegaraan. Turut serta mengawal kebijakan pemerintah demi kesejahteraan rakyatnya. Pun pula berusaha semampunya menangani masalah bangsa. Karena cinta tanah air bagian dari iman, begitulah sabda Rasulullah.

Selanjutnya politik yang kuanut adalah jenis politik yang mengandung nilai ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, kebijaksanaan, dan keadilan. Berdasarkan Pancasila dan Undang-undang Dasar 1945. Pendek kata bermanfaat bagi manusia, agama dan negara.

Sebaliknya saya mengecam politik kancil. Bermain cerdik dengan segala macam tipu daya. Karena merupakan perbuatan atau perkataan yang tidak jujur (bohong, buruk, palsu) dengan maksud untuk menyesatkan, mengakali, mencari untung dan mengecoh.

Saya juga menentang politik uang. Maksudnya menghamburkan uang dalam rangka memperoleh kekuasaan dan jabatan. Lantaran orang-orang boros merupakan teman syetan. Dan ia sangat ingkar pada Tuhan. Sebagaimana firman-Nya:

.إِنَّ الْمُبَذِّرِينَ كَانُوا إِخْوَانَ الشَّيَاطِينِ ۖ وَكَانَ الشَّيْطَانُ لِرَبِّهِ كَفُورًا
Sesungguhnya orang-orang yang pemboros itu adalah saudara setan dan setan itu sangat ingkar kepada Tuhannya (Surat Al-Isra’, ayat 27).

Survey membuktikan kekuasaan maupun jabatan yang diraih dengan politik uang, dan politik kancil serta politik tanpa nilai cenderung pelakunya menyimpang. Umpamanya menyalahgunakan wewenang. Agar mendapatkan kekayaan dan keuntungan serta mementingkan golongan.

Walaupun demikian acuh tak acuh terhadap partai politik, bukanlah sikap negarawan. Sebab memang seyogyanya kita menganut politik yang baik diantara yang terbaik sesuai keinginan. Tapi bila tidak ditemukan, anutlah politik yang paling mendekati harapan. Ingat ! kesempurnaan cuma milik Allah Tuhan Semesta Alam.

 

*PRM Takerharjo Solokuro dan guru SMPN Karanggeneng Lamongan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here