Cermin Diri #63: Menyucikan Kotoran Lahir Batin

0
126

KLIKMU.CO

Oleh : Mushlihin*

Menilik hadis Abu Hurairah, bahwa saat puasa janganlah berkata kotor. Tiada guna meninggalkan makan dan minum. Bila tak menghentikan pikiran, perkataan dan perbuatan cabul bin jorok.

Siapa pun bisa terjangkit sifat tercela itu. Tidak menjamin orang bergelar haji dan akademisi terbebas darinya.

Kadang perbuatan keji itu terlontar di sekolah. Yang semestinya tempat pendidikan karakter dan budi pekerti mulia.

Janganlah begitu. Kelak kita akan mengetahui akibatnya. Bukankah Allah mencintai orang-orang yang mensucikan diri. Sekaligus mereka akan memperoleh keuntungan.

Faktanya sudah terbukti. Rumah sakit yang bersih akan diminati. Hunian yang asri akan dicari. Restoran yang rapi pasti dipilih. Biarpun agak mahal. Sementara yang jorok, meski murah, bakalan sepi.

Sebaliknya merugilah orang yang mengotori jiwa dan raganya. Namun jangan gelisah. Masih ada cara menyucikan kotoran lahir maupun batin.

Kiat menyucikan batin yakni dengan bertaubat. Dari segala noda dosa dan penyakit hati. Yang menjauhkan manusia dari Tuhan. Seperti buruk sangka, dengki, dan kikir.

Sedangkan cara mensucikan lahir ialah dengan membersihkan diri, pakaian dan tempat tinggal. Dari segala najis seperti tinja, kencing, nanah, dan liur. Juga hadas semisal kentut, junub dan haid. Adapun alat untuk bersuci terdiri dari air, debu, batu atau tisu.

Pungkas kata jangan sok paling beriman. Paling sedikit dosa. Puasanya paling sempurna. Bilamana kotoran, pencemaran dan pencabulan mewarnai kehidupan kita. Sebab bersuci itu separoh dari iman.

Mudah-mudahan manfaat. Lebih dari itu setelah puasa bertambah suci pikiran, perkataan dan perbuatan kita.

*Kepala SMP Muhammadiyah 5 Karanggeneng Lamongan. Penulis buku Guru yang Dirindu.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here