Cermin Diri #64: Mlaku-mlaku ke Tangkuban Parahu

0
499
Foto diambil dari dokumen pribadi penulis

KLIKMU.CO

Oleh: Mushlihin*

“Assalamualaikum. Mohon segera daftarkan diri rekreasi ke Bandung!” chat dari rekan.

Lama sekali kuberi balasan. Terus kupertimbangkan matang-matang. Dan disertai ucapan bismillahirrahmanirrahim aku akhirnya ikut daftar.

Kupenuhi semua persyaratan. Lantas aku dapat kaos dan denah tempat duduk serta uang saku.

Esoknya aku menuju tempat pemberangkatan. Setengah jam lebih awal. Supaya aman dan nyaman.

Bis berjalan lambat merayap. Sebab bersamaan konvoi obor pekan olahraga provinsi. Akibatnya salat jumat agak telat.

Kemudian perjalanan dilanjutkan. Sambil menikmati sekotak nasi. Sambal terasi. Bumbu penyedap masakan yang dibuat dari ikan kecil-kecil atau udang yang dilumatkan halus-halus.

Pas asar berhenti di rest area Sragen. Pipis, wudlu dan salat. Sekaligus mendinginkan kendaraan demi keselamatan.

Sesudah itu menyusuri jalan tol berliku. Jam tujuh sampailah di rumah makan Kendal. Sembari mandi dan jamak qasar magrib isyak. Selaku musafir, diberikan dispensasi.

Dinihari tiba di Lembang. Kusempatkan qiyamul lail di musala penginapan. Diantara dengkuran wisatawan yang kelelahan. Udara pun dingin munusuk tulang.

Selepas sarapan aku hengkang. Tak sabar mengunjungi Taman Wisata Alam Tangkuban Parahu yang lekat dengan legenda Sangkuriang. Aku jadi teringat cerita rakyat pelajaran Bahasa Inggris kelas sembilan.

Pada zaman dahulu di Jawa Barat Indonesia, ada seorang putri bernama Dayang Sumbi. Cantik dan baik hati. Hobi menenun. Tapi kadang sangat malas. Suatu hari alat tenunnya jatuh, ia berteriak. “Adakah yang mau membantuku? Jika wanita akan kujadikan saudara. Sedang bila pria kuajak menikah.”

Seekor anjing jantan datang. Namanya Tumang. Dengan riang mengambilkan alat tenun. Dayang sangat terkejut, tetapi ia harus menepati janji. Mereka pun menikah. Sebenarnya Tumang adalah pria yang dikutuk penyihir. Adakalanya ia berubah sebagai manusia normal. Mereka dikaruniai anak yang tampan dan sehat. Dinamai Sangkuriang. Saban hari mereka selalu bermain dan berburu.

Saat itu Dayang minta hati rusa. Namun sudah beberapa hari tak diperolehnya. Sangkuriang takut mengecewakan ibunya. Sehingga muncul ide gila. Dia membunuh anjing itu dan diambil hatinya. Lalu diberikan padanya. Sial, diketahui Dayang. Maka Sangkurang dipukul dahinya dan diusir.

Beberapa tahun berlalu, Sangkuriang tumbuh perkasa. Dan kembali ke desa. Dia bertemu wanita cantik dan jatuh cinta pada pandangan pertama.

Sementara Dayang Sumbi yang awet muda, ketika mendekatinya terbelalak melihat luka di kening. Ia langsung mengenali bahwa dia adalah putranya. Sangkuriang tak percaya. Agar tak menyakiti hatinya, Dayang siap nikah dengan syarat dibuatkan danau dan perahu dalam semalam.

Sangkuriang bersedia, sebab dia sakti mandraguna. Bisa minta bantuan para jin. Tengah malam pekerjaan hampir selesai. Dayang berupaya menggagalkannya. Sebelum fajar ia menyuruh penduduk membakar hutan di sebelah timur, dan sinar api bikin semua ayam berkokok. Dikira pertanda malam telah berakhir. Para jin lari tunggang langgang meninggalkan Sangkuriang sebelum perahu jadi. Dia menyadari kelicikan Dayang. Dia sangat murka dan menendang perahu hingga terbalik. Konon menjadi gunung Tangkuban Parahu. Yang kini ramai dikunjungi wisatawan lokal maupun asing.

Senyampang selfi, aku berinterpretasi terhadap isi cerita. Pertama, aku tidak boleh menjadi anak durhaka yang tega membunuh orang yang berjasa. Kedua, agar tidak mengalami oedipus-kompleks: kelainan jiwa berupa rasa cinta yang berlebihan dan dorongan seksual yang kuat seorang laki-laki terhadap ibunya. Ketiga, pentingnya orangtua menjalin komunikasi yang terbuka dan jujur dengan anaknya. Keempat, untuk tidak bercita-cita menjadi muda selamanya.

Itulah oleh-oleh atau sesuatu yang dibawa dari bepergian ke gunung Tangkuban Parahu. Semoga kapan-kapan bisa menuntut ilmu walau sampai ke negeri Cina yang dijuluki negeri tirai bambu.

*Penulis Buku Guru yang Dirindu. Kepala SMP Muhammadiyah 5 Karanggeneng Lamongan

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here