Cermin Diri# 70: Sukseskan Kemerdekaan Berlombalah Dalam Kebajikan

0
254
Foto Tumpeng Mini Toleransi diambil oleh Den Peyi

KLIKMU.CO

Oleh: Mushlihin

Dalam rangka mengisi kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia marilah kita berlomba dalam kebajikan. Memerdekakan hamba sahaya adalah kebajikan. Berbuat kebajikan sebagai wujud orang yang benar beriman dan bertaqwa.

Kebajikan itu bukanlah menghadapkan wajahmu ke arah timur dan ke barat, tetapi kebajikan itu ialah (kebajikan) orang yang beriman kepada Allah, hari akhir, malaikat-malaikat, kitab-kitab, dan nabi-nabi.

Selain itu memberikan harta yang dicintainya kepada kerabat, anak yatim, orang-orang miskin, orang-orang yang dalam perjalanan (musafir), dan peminta-minta. Pun yang melaksanakan salat dan menunaikan zakat, orang-orang yang menepati janji apabila berjanji, dan orang yang sabar dalam kemelaratan, penderitaan dan pada masa peperangan. Mereka itulah orang-orang yang benar beriman, dan mereka itulah orang-orang yang bertakwa.(Surat Al-Baqarah, ayat 177).

Iri dalam kebajikan diperkenankan. Dalam hadis riwayat Muslim, dari Abu Dzar bahwa sejumlah sahabat berkata: “Wahai Rasul, enak betul jadi orang kaya. Pahalanya berlimpah. Mereka salat dan puasa sebagaimana kami salat dan puasa. Mereka sedekah dengan harta, sedang kami tak punya.” Rasulullah menjawab: “Banyak cara bersedekah. Zikir dengan bacaan tasbih, tahmid, takbir dan tahlil merupakan sedekah. Mengajak berbuat baik dan mencegah kejahatan juga merupakan sedekah.”

Bahkan setiap kemaluan kalian merupakan sedekah. Sahabat bertanya: “Masa sih berpahala seseorang yang menyalurkan syahwatnya?” Beliau bersabda: ” Bagaimana menurutmu andaikan disalurkan di jalan yang haram? Dosa, bukan? Demikian halnya bila disalurkan secara halal, maka baginya pahala.”

Namun dalam bersedekah jangan riya. Pamer. Allah berfirman:
إِن تُبۡدُواْ ٱلصَّدَقَٰتِ فَنِعِمَّا هِيَۖ وَإِن تُخۡفُوهَا وَتُؤۡتُوهَا ٱلۡفُقَرَآءَ فَهُوَ خَيۡرٞ لَّكُمۡۚ وَيُكَفِّرُ عَنكُم مِّن سَيِّـَٔاتِكُمۡۗ وَٱللَّهُ بِمَا تَعۡمَلُونَ خَبِير
Jika kamu menampakkan sedekah-sedekahmu, maka itu baik. Dan jika kamu menyembunyikannya dan memberikannya kepada orang-orang fakir, maka itu lebih baik bagimu dan Allah akan menghapus sebagian kesalahan-kesalahanmu. Dan Allah Mahateliti apa yang kamu kerjakan. (Surat Al-Baqarah, ayat 271).

Pintu kebajikan sebenarnya masih banyak lagi. Seperti yang diajarkan Sunan Drajad. “Menehana teken marang wong kang wuta. Menehana mangan marang wong kang luwe. Menehana busana marang wong kang wuda. Menehana ngiyup marang wong kang kodanan.

Artinya berikan tongkat kepada orang buta. Berilah makan orang yang lapar. Berikanlah pakaian pada orang telanjang, dan berikanlah naungan pada kepada orang yang kehujanan.

Menurut A Mustofa Bisri petuah tersebut mengandung maksud: ajarilah mereka yang masih bodoh. Bantulah mensejahterakan kehidupan orang miskin. Didiklah akhlak yang tidak punya malu. Ayomi dan lindungi mereka yang sengsara.

Sekali lagi ayo sukseskan kemerdekaan dengan beragam kebajikan. Bila belum bisa, jangan berbuat kejahatan.

Lamongan, 17 Agustus 2019

*Penulis buku Guru Yang Dirindu. Penerbit Istanbul 2019.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here