Cermin Diri #73 : Kemuliaan Muharam

0
285
Foto penampilan Drum Band Bahana Surya Nada dalam meriahkan Peringatan 1 Muharram 1441 h diambil dari dokumen panitia

KLIKMU.CO

Oleh: Mushlihin*

Muharam dalam surat At-Taubah ayat 36 adalah bulan yang dimuliakan. Umumnya warga memperingati sebagai tahun baru hijriah. Beragam warna festival nusantara digelar. Pawai lampion asmaul husna, lomba desain busana muslim, kaligrafi dan menulis artikel. Adapula pengajian, qasidah dan perkemahan serta viralnya permohonan maaf di medsos.

Bila kita baca sejarah, banyak peristiwa penting yang dialami para nabi di bulan Sura. Sebutan Muharam di kalender Jawa. Dari kata Asyura.

Diantaranya Adam diciptakan, bertobat dan masuk surga. Idris diangkat ke tempat yang tinggi. Nuh merapat dengan bahteranya di bukit. Ibrahim dilahirkan dan diselamatkan dari api. Yakqub disembuhkan dari penyakit mata. Yusuf dikeluarkan dari penjara. Musa selamat dari kejaran Firaun. Sulaiman diberi kerajaan besar. Yunus dikeluarkan dari perut ikan. Isa dilahirkan dan diangkat ke langit. Sebagaimana ditulis Nurcholis Madjid dalam buku Ensiklopedi Islam Pelajar.

Sementara imam Gazali mencatat hari Asura berkaitan dengan penciptaan arsy, langit, bumi, matahari, bulan, bintang dan surga.

Peristiwa bersejarah lainnya dalam tahun baru Islam ini yaitu penempelan perjanjian yang menzalimi kaum muslimin di Kakbah. Sariyah Muhammad. Gazwah khaibar. Umar wafat dan pembaiatan Usman menjadi khalifah.

Lantas amal apa yang patut kita gaungkan di arba’atun hurum tersebut? Hadis riwayat Baihaki mengatakan: “Barangsiapa melapangkan keluarganya pada hari Asura, niscaya Allah melapangkannya sepanjang tahun itu.”

Sedang dari Abu Qatadah, Rasulullah bersabda: “Puasa hari Asura itu menghapuskan dosa satu tahun.” Maka perbanyaklah puasa tanggal 9 dan 10 di bulan Muharam. Karena merupakan puasa tatawuk yang paling afdal setelah puasa Ramadan. Berdasarkan dalil dari Abu Hurairah. Pun selalu dibiasakan dan tak pernah ditinggalkan Nabi. Bahkan yang sudah terlanjur makan, hendaklah berpuasa pada sisa hari itu. Seperti yang diriwayatkan Salamah Ibn al-Akwa.

Marilah kita teladani sahabat Bahily. Pada suatu hari ia menemui Nabi lalu pergi. Setahun kemudian datang kembali. Rasulullah tidak mengenali. Sebab dulu bodinya bagus sekarang kurus. Musababnya makannya hanya di malam hari.

Rasulullah bersabda: “Mengapa engkau menyiksa dirimu seperti ini? Berpuasalah di bulan Ramadan dan sehari setiap bulan.”

Bahily memohon : “Berilah saya tambahan, karena saya masih mampu berpuasa lebih dari sehari.”

Beliau bersabda lagi: “Berpuasalah dua hari setiap bulan.”

Bahily masih meminta: “Berilah saya tambahan.”

Nabi berkata lagi: “Berpuasalah tiga hari setiap bulan.”

Bahily tetap mengiba: “Berilah saya tambahan.”

Maka nabi bersabda lagi: “Berpuasalah di bulan-bulan haram. Asyhurul hurum. Zulkaidah, Zulhijah, Muharam, dan Rajab.”

Namun barang siapa yang tidak ingin melakukannya silakan berbuka. Tetapi tolong hargai bagi yang berpuasa. Dengan demikian semoga kita selalu memperoleh kemuliaan Muharam.

Lamongan, 31 Agustus 2019
*Penulis buku Guru Yang Dirindu. Penerbit Istanbul 2019. Pendidik MAM 8 Takerharjo.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here